Bank Mandiri dan BP3MI Jateng Dorong Pekerja Migran Indonesia Jadi Pengusaha Setelah Purna Tugas
-
BP3MI Jawa Tengah bersama Bank Mandiri menggelar kegiatan literasi keuangan dan kewirausahaan bagi purna pekerja migran Indonesia di Kabupaten Kendal
Kendal, KP2MI (5/6) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah bersama Bank Mandiri memperkuat upaya pemberdayaan pekerja migran Indonesia melalui program literasi keuangan dan kewirausahaan di Kabupaten Kendal, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pekerja migran Indonesia tidak hanya sukses bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tanah air.
Vice President Bank Mandiri Retno Widyayanti menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Karena itu, Bank Mandiri menghadirkan program Mandiri Sahabat Diaspora sebagai sarana peningkatan kapasitas kewirausahaan bagi pekerja migran Indonesia.
“Pekerja migran Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai pekerja, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di daerahnya,” ujar Retno.
Senada, Vice President Bank Mandiri Tut Sri Handayani menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan menjadi fondasi penting agar pekerja migran Indonesia dapat mengelola pendapatan secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, keterampilan, pengalaman kerja, dan modal yang diperoleh selama bekerja di luar negeri harus menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri saat kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani, menekankan pentingnya perencanaan keuangan, kedisiplinan menabung, serta dukungan keluarga dalam menentukan keberhasilan pekerja migran Indonesia. Ia mengingatkan agar hasil kerja selama di luar negeri tidak habis untuk konsumsi, melainkan dipersiapkan sebagai investasi masa depan.
Dalam sesi dialog, peserta juga menyoroti isu perlindungan sosial dan tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Dewi memastikan pemerintah terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan perlindungan, termasuk mendorong pemberdayaan ekonomi bagi purna pekerja migran Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Melalui sinergi ini, Bank Mandiri dan BP3MI Jawa Tengah berharap semakin banyak pekerja migran Indonesia yang mampu mengubah hasil kerja di luar negeri menjadi modal produktif, sehingga dapat bertransformasi dari pekerja migran menjadi pengusaha di negeri sendiri. ** (BP3MI/Jawa Tengah)