Sunday, 9 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Jaga Komunikasi, Peluang Penempatan Pekerja Migran ke Gyeongnam Masih Dinamis

-

00.07 22 July 2026 248

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani bersama Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Gyeongnam, di Jakarta, Hwang Geuk Jae, Senin (20/7/2026).

Jakarta, KP2MI (22/7) – Peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Provinsi Gyeongnam, Korea Selatan, saat ini masih menunggu perkembangan kebutuhan tenaga kerja di kawasan tersebut. 

Selain itu, implementasi skema Visa Metropolitan yang sempat diproyeksikan menjadi jalur penempatan pekerja migran sektor ship building juga masih dievaluasi.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, dengan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Gyeongnam di Jakarta, Hwang Geuk Jae, Senin (20/7/2026).

"Pertemuan tadi merupakan tindak lanjut komunikasi yang telah kita bangun dengan Pemerintah Provinsi Gyeongnam. Karena ada pergantian kepala kantor perwakilan di Jakarta, kami ingin mengetahui perkembangan terbaru terkait rencana kerja sama dan peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke depan," kata Christina di Kantor Kementerian P2MI.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Christina memperoleh informasi bahwa kebutuhan tenaga kerja asing di Gyeongnam belum mengalami peningkatan sehingga peluang penempatan juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Kami menghormati dinamika yang terjadi di Gyeongnam dan akan terus menjaga komunikasi agar ketika kebutuhan tenaga kerja meningkat, Indonesia siap memenuhi permintaan tersebut," ujarnya.

Selain perkembangan kebutuhan tenaga kerja, Christina mengungkapkan skema Visa Metropolitan yang sebelumnya diproyeksikan menjadi jalur penempatan pekerja migran Indonesia di sektor shipbuilding di Gyeongnam juga belum dapat dijalankan.

Saat ini, lanjut Wamen P2MI, program tersebut masih dievaluasi oleh Kementerian Kehakiman (Ministry of Justice) Republik Korea selaku otoritas yang berwenang menerbitkan visa bagi pekerja asing.

“Selama proses evaluasi berlangsung, implementasi program tersebut untuk sementara ditangguhkan sehingga belum tersedia peluang penempatan baru melalui skema tersebut. Kami memahami kondisi ini dan akan terus mengikuti setiap perkembangannya," jelas Christina.

Dalam kesempatan tersebut, Christina juga memperkenalkan Program SMK Go Global, program direktif Presiden Prabowo Subianto yang tujuannya meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia melalui pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja ke luar negeri, termasuk memenuhi kebutuhan industri di Gyeongnam. 

"Yang penting saat ini adalah menjaga komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gyeongnam sekaligus menyiapkan sumber daya manusia melalui Program SMK Go Global. Dengan demikian, ketika kebutuhan tenaga kerja kembali meningkat, Indonesia sudah siap menyediakan pekerja migran yang kompeten, tersertifikasi, dan sesuai kebutuhan industri,” katanya.

“Kementerian P2MI dan Provinsi Gyeongnam akan terus memperkuat komunikasi agar setiap perkembangan kebutuhan tenaga kerja maupun kebijakan pemerintah Korea Selatan bisa segera ditindaklanjuti,” imbuh Christina Aryani. **(Humas)