BP3MI Bali dan Disnaker Karangasem Perkuat Sinergi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
-
BP3MI Bali dan Disnaker Karangasem Perkuat Sinergi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Karangasem, KP2MI (17/6) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan, penempatan, dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan Kepala BP3MI Bali ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem pada Senin (15/6/2026).
Kepala BP3MI Bali, Muhammad Iqbal diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem, I Ketut Mertadina beserta jajaran dalam kegiatan koordinasi yang membahas berbagai program strategis terkait pekerja migran Indonesia di Kabupaten Karangasem.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas upaya peningkatan edukasi mengenai penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia hingga ke tingkat desa. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan.
Iqbal menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelindungan pekerja migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan hingga setelah kembali ke tanah air.
"Kabupaten Karangasem merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran Indonesia yang cukup tinggi di Bali. Oleh karena itu, kami memandang perlu adanya penguatan sinergi dengan Dinas Ketenagakerjaan untuk memastikan masyarakat mendapatkan edukasi yang benar terkait prosedur bekerja ke luar negeri, sekaligus memperkuat upaya pelindungan pekerja migran Indonesia hingga ke tingkat desa," ujar Iqbal.
Selain itu, BP3MI Bali dan Disnaker Kabupaten Karangasem juga membahas pelaksanaan pembinaan terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kabupaten Karangasem diketahui memiliki jumlah LPK yang cukup banyak dengan tingginya minat masyarakat mengikuti program pemagangan ke Jepang. Sebagian besar peserta program tersebut kemudian melanjutkan kariernya sebagai pekerja migran Indonesia di berbagai negara penempatan.
Dalam rangka memperkuat program pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran, kedua instansi juga membahas pemetaan desa-desa dengan jumlah pekerja migran yang tinggi sebagai dasar pelaksanaan pencanangan Desa Migran Emas (DEMIMAS). Program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia serta keluarganya di tingkat desa.
Pada kesempatan yang sama, BP3MI Bali mengusulkan pemanfaatan media videotron di Kabupaten Karangasem untuk menayangkan materi kampanye Migran Aman. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang resmi dan aman.
Pembahasan juga mencakup kolaborasi dalam peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia guna mendukung program SMK Go Global, salah satunya melalui penyelenggaraan program bootcamp yang dapat memperkuat kompetensi dan kesiapan kerja calon pekerja migran Indonesia sebelum berangkat ke luar negeri.
Selain aspek peningkatan kompetensi, kedua pihak turut membahas Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pekerja migran sebagai salah satu fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh calon pekerja migran Indonesia untuk mendukung proses penempatan ke luar negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem menyambut baik penguatan koordinasi yang dilakukan bersama BP3MI Bali. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri.
"Kami siap mendukung berbagai program BP3MI Bali, baik dalam penyebarluasan informasi, pembinaan LPK, maupun penguatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia. Melalui sinergi yang baik, kami berharap masyarakat Karangasem dapat bekerja ke luar negeri secara aman, prosedural, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional," ungkapnya.
Melalui pertemuan tersebut, BP3MI Bali dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan berbagai program terkait pelayanan, penempatan, dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Karangasem. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelindungan PMI sekaligus mendorong terwujudnya migrasi yang aman, terampil, dan produktif. **(Humas/BP3MI Bali)