Sunday, 9 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Banten Ajak Mahasiswa KKM UNBAJA Jadi Agen Edukasi Migran Aman

-

00.06 29 June 2026 150

BP3MI Banten Ajak Mahasiswa KKM UNBAJA Jadi Agen Edukasi Migran Aman, Senin, (29/06/2026).

Serang, KP2MI (29/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten mengajak mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) untuk berperan aktif menyebarluaskan informasi mengenai migrasi aman kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembekalan KKM yang berlangsung di UNBAJA Convention Hall, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UNBAJA, Prof. Dr. Dadang Herli Saputra, diikuti oleh 260 mahasiswa dan 11 dosen pembimbing lapangan.

Dalam kesempatan itu, BP3MI Banten memberikan sosialisasi mengenai prosedur resmi bekerja ke luar negeri serta risiko yang mengintai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat melalui jalur nonprosedural atau ilegal.

Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Banten, Berliandy Haryono, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci bagi calon PMI untuk mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Kami menekankan pentingnya skilling, reskilling, dan upskilling agar calon PMI memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor formal global yang semakin kompetitif,” ujar Berliandy.

Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BP3MI Banten juga mendorong mahasiswa untuk menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat selama menjalankan KKM di desa-desa.

Menurut Berliandy, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan dapat memberikan informasi yang benar kepada warga yang berminat bekerja ke luar negeri agar memilih jalur resmi dan terhindar dari berbagai modus penempatan ilegal.

Melalui kolaborasi ini, BP3MI Banten berharap mahasiswa KKM dapat memasukkan edukasi migrasi aman ke dalam program kerja mereka. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka penempatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal di Provinsi Banten, **(Humas/BP3MI Banten).