BP3MI D.I. Yogyakarta Perkuat Edukasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Bakti Sosial Desa Binaan Imigrasi
-
BP3MI D.I. Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial Desa Binaan Imigrasi di Pendopo Kalurahan Selopamioro, Senin (10/8/2026)
Yogyakarta, KemenP2MI (14/08) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) D.I. Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial Desa Binaan Imigrasi (DBI) yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari upaya memperkuat pembinaan Desa Binaan Imigrasi melalui pelayanan terpadu kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi penyaluran bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan paspor, dan sosialisasi keimigrasian.
Dalam kegiatan tersebut, BP3MI D.I. Yogyakarta turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Sosialisasi dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00–09.30 WIB sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Desa Binaan Imigrasi.
Kepala BP3MI D.I. Yogyakarta, Muhammad Ilyas Prakananda, menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran mengenai bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar sejak awal, terutama sebelum memutuskan untuk bekerja ke luar negeri. Dengan memahami prosedur penempatan yang resmi, hak dan kewajiban sebagai Pekerja Migran Indonesia, serta berbagai risiko yang mungkin dihadapi, masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih aman dan tepat,” ujar Ilyas.
Menurutnya, sinergi antara BP3MI dengan berbagai instansi dan pemerintah di tingkat daerah maupun desa memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan pelindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena pelindungan Pekerja Migran Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Kami berharap melalui Desa Binaan Imigrasi ini, masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai migrasi yang aman dan terhindar dari praktik penempatan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.
Keterlibatan BP3MI D.I. Yogyakarta dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang akurat mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus mencegah berbagai risiko yang dapat menimpa calon Pekerja Migran Indonesia.
Rangkaian kegiatan Bakti Sosial Desa Binaan Imigrasi turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi D.I. Yogyakarta. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis serta pembagian bantuan sosial kepada masyarakat Desa Binaan Imigrasi Kalurahan Selopamioro.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, BP3MI D.I. Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan edukasi dan pelindungan kepada masyarakat. Kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat semakin memperkuat upaya mewujudkan migrasi yang aman serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bekerja ke luar negeri secara prosedural dan bertanggung jawab. ** (Humas/BP3MI D.I. Yogyakarta)