BP3MI Kalsel Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan melalui Implementasi E-Vokasi
-
Rapat Tindak Lanjut Kerja Sama dan Sosialisasi E-Vokasi yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Banjarbaru, KP2MI (6/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan perkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap mengakses peluang kerja di luar negeri secara aman dan prosedural. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Tindak Lanjut Kerja Sama dan Sosialisasi E-Vokasi yang diselenggarakan pada Selasa (4/8) di Ruang Wasaka 3, Gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.
Pemilihan ULM sebagai lokasi pelaksanaan tidak terlepas dari komitmen universitas tersebut dalam mendukung pelindungan pekerja migran Indonesia melalui pembentukan Migrant Center ULM, yang telah diresmikan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 23 Juni 2026 sebagai pusat informasi, edukasi, dan penguatan kapasitas terkait migrasi aman di lingkungan perguruan tinggi.
Rapat dipimpin oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Abri Danar Prabawa, dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Madya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Gusti Komarudinsyah, Kepala BP3MI Kalimantan Selatan, serta pimpinan dan perwakilan tim teknis maupun tim data dari perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Dalam paparannya, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abri Danar Prabawa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara KP2MI dengan perguruan tinggi dalam memperkuat kelembagaan vokasi yang mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia.
”Melalui sinergi ini, perguruan tinggi diharapkan menjadi mitra strategis dalam membangun kompetensi lulusan sekaligus memperluas akses informasi mengenai peluang kerja di luar negeri yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan pasar kerja global,” terangnya.
Salah satu agenda utama rapat adalah sosialisasi implementasi platform E-Vokasi, yang dikembangkan sebagai sarana pengelolaan data pendidikan vokasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia. Untuk memastikan implementasinya berjalan optimal, tim teknis dan tim data dari masing-masing perguruan tinggi memperoleh pendampingan dalam proses pengisian, verifikasi, dan pemutakhiran data pada sistem tersebut.
Selain membahas implementasi E-Vokasi, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai program SMK Go Global, sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan lulusan pendidikan vokasi untuk mengakses pasar kerja internasional melalui jalur resmi. Program ini diharapkan semakin memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja global.
Perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan ini meliputi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Sari Mulia, Universitas Borneo Lestari, Universitas Nahdlatul Ulama Banjarmasin, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Achmad Yani Banjarmasin, dan Universitas Terbuka Banjarmasin.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, KP2MI berharap penyiapan calon pekerja migran Indonesia tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, pemanfaatan data, dan penyediaan informasi yang akurat. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri secara profesional, aman, dan terlindungi.**(Humas/BP3MI Kalimantan Selatan)