BP3MI Kepri Ajak Anak Muda Waspadai Sindikat Judi Online dan Online Scam Lewat Gerakan Migran Aman
-
Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol. Imam Riyadi sebagai narasumber dalam forum koordinasi, Kamis (18/6/2026).
Batam, KP2MI (19/6) – Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah untuk melindungi generasi muda dari jebakan perbudakan modern. Melalui program strategis "Gerakan Nasional Migran Aman," BP3MI Kepri memperketat benteng pertahanan di wilayah perbatasan demi memerangi sindikat perdagangan orang di sektor judi online dan online scam (penipuan daring).
Langkah taktis ini dikupas tuntas dalam forum koordinasi yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kamis (18/6/2026).
Hadir sebagai narasumber, Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi, menegaskan bahwa posisi geografis Kepri yang bertetangga langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikannya wilayah yang sangat rentan.
"Kepri ini beranda depan. Letaknya strategis, tapi kerawanannya tinggi. Sindikat global memanfaatkan wilayah kita untuk menyelundupkan anak-anak muda kita ke pusat-pusat online scam di Asia Tenggara. Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, kita ingin masyarakat sadar dan tidak mudah tertipu," ujar Kombes Pol. Imam Riyadi.
Dalam paparannya, Imam mengungkap fakta miris mengenai pergeseran profil korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Jika dulu pekerja migran non-prosedural identik dengan sektor domestik atau perkebunan, kini sindikat mengincar anak-anak muda, lulusan SMK, hingga sarjana yang mahir mengoperasikan komputer dan aktif di media sosial.
Modusnya sangat halus, iklan lowongan kerja mentereng di Facebook atau Telegram dengan iming-iming gaji Rp11 juta hingga Rp15 juta per bulan sebagai customer service atau operator komputer.
"Begitu sampai di negara tujuan seperti Kamboja atau Myanmar, kenyataannya berbanding terbalik. Paspor mereka disita, mereka disekap di gedung tertutup, dipaksa bekerja 14 hingga 18 jam sehari untuk menipu orang secara daring, dan mendapatkan kekerasan fisik jika target tidak tercapai," jelas Imam.
BP3MI juga memetakan jaringan keberangkatan ilegal ini yang kerap menggunakan visa wisata dan rute transit berbelit untuk mengelabui petugas, seperti rute Indonesia-Malaysia/Singapura-Kamboja, bahkan melalui jalur darat via Thailand.
Gerakan Migran Aman bukan sekadar jargon. Sepanjang periode 2024 hingga pertengahan 2026, sinergi BP3MI Kepri bersama TNI, Polri, Imigrasi, dan Kementerian Luar Negeri telah membuahkan hasil nyata yang menyelamatkan ribuan nyawa. Petugas gabungan berhasil mencegah keberangkatan 2.857 Pekerja Migran Indonesia non-prosedural di berbagai pintu pemeriksaan. BP3MI Kepri juga berhasil menangani dan mendampingi 133 korban khusus sektor online scam dan judi online (49 kasus deportasi, 80 pencegahan, dan 4 repatriasi). Kemudian, BP3MI Kepri sukses melayani penempatan 4.878 Pekerja Migran Indonesia legal dan resmi ke berbagai negara tujuan aman seperti Singapura, Taiwan, Jepang, hingga Jerman. **(Humas/BP3MI Kepulauan Riau)