Thursday, 10 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Kepri Dorong Lulusan Vokasi Siap Kerja di Pasar Internasional  

-

00.07 20 July 2026 243

BP3MI Kepri Dorong Lulusan Vokasi Siap Kerja di Pasar Internasional  

Batam, KP2MI (20/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional penempatan pekerja migran Indonesia terampil dan profesional. Langkah ini diselaraskan melalui penguatan program "SMK Go Global" guna mencetak lulusan vokasi yang siap bersaing di pasar kerja internasional.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi mengungkapkan bahwa target besar yang dipatok oleh Komisi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) adalah menempatkan sebanyak 500.000 PMI di seluruh dunia. Target tersebut didominasi oleh tenaga kerja sektor formal dan terampil.

"Dari target 500.000 penempatan pekerja migran Indonesia tersebut, komposisinya ditargetkan sebesar 300.000 bersumber dari lulusan vokasi (SMK/Politeknik) dan 200.000 dari lulusan umum. Ini adalah peluang besar sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan kita untuk melakukan link and match dengan kebutuhan global," ujarnya dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan Penempatan PMI serta Kesiapan Pelaksanaan Program SMK Go Global yang berlangsung di PIH Batam, Jumat (17/7/2026).

Untuk mendukung target tersebut, BP3MI Kepri telah membangun ekosistem penempatan yang terintegrasi dari hulu. Salah satunya adalah pengembangan program "Desa Migran Emas" sebagai benteng pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sekaligus pusat informasi penempatan prosedural.

Saat ini, sudah terbentuk 4 Desa Migran Emas di wilayah Kepri, yaitu Desa Teluk Sasah, Pangke, Pangke Barat, dan Tanjung Berlian Barat. Ke depan, BP3MI Kepri tengah mempersiapkan 10 desa tambahan untuk mengadopsi program serupa.

Selain penguatan di tingkat desa, kerja sama dengan institusi pendidikan vokasi terus digenjot. Hingga saat ini, BP3MI Kepri telah menandatangani 8 Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai SMK, serta berkolaborasi aktif dengan dua Migrant Center utama, yakni Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Politeknik Negeri Batam.

Kombes Pol. Imam Riyadi juga memaparkan bahwa berdasarkan hasil survei penjaringan peserta peningkatan kapasitas, terdapat potensi suplai yang sangat besar di Kepri, yakni mencapai 2.089 orang Calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Beberapa sektor unggulan yang menjadi kekuatan wilayah Kepri antara lain bidang pengelasan (welder) menyusul banyaknya industri galangan kapal di Batam, sektor hospitality (perhotelan/pariwisata), serta pelaut migran di wilayah perbatasan.

"Saat ini BP3MI Kepri telah mendapatkan kuota 100 pekerja migran Indonesia untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi khusus guna mendukung penempatan pekerja migran Indonesia profesional. Kami juga akan segera melaksanakan pendampingan e-Vokasi bagi SMK bersama KP2MI agar lembaga vokasi di Kepri terdaftar di sistem, sehingga mempermudah akses pelatihan dan menghubungkan CPMI langsung ke pasar kerja," tambahnya.

BP3MI Kepri memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Migran Aman bersama Polda Kepri, Diskominfo, dan forum SOSEK Malindo guna memastikan penempatan pekerja migran berlangsung aman serta mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah perbatasan. *(Humas/BP3MI Kepri)