BP3MI NTT dan BKKBN Provinsi NTT Tandatangani Dokumen Kerja Sama untuk Pembangunan Keluarga Pekerja Migran
-
BP3MI NTT dan BKKBN Provinsi NTT Tandatangani Dokumen Kerja Sama untuk Pembangunan Keluarga Pekerja Migran, Selasa (11/8/2026).
Kupang, KP2MI (18/8) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi NTT resmi menandatangani dokumen kerja sama di Ruang Rapat Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT, Kupang, pada Selasa (11/8/2026).
Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan keluarga, khususnya bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia di NTT.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari kedua instansi. Dari BP3MI NTT, hadir Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, beserta staf, yaitu Yulia Rahmawati, Edwina Adhaninggar, Winda Berkatin Bolla, Diki Yulianto, dan Yeter Taneo. Sementara dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT hadir Kepala BKKBN NTT Mauliwaty Bulo, Sekretaris BKKBN NTT Mikhael Yance Galmin serta staf tim kerja BKKBN NTT.
Dalam sambutannya, Kepala BKKBN NTT menyambut baik kehadiran perwakilan BP3MI NTT dan menyatakan bahwa kegiatan kolaborasi ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan keluarga di NTT. Mauliwaty Bulo menekankan pentingnya sinergi antara kedua instansi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat, terutama keluarga yang ditinggalkan oleh Pekerja Migran Indonesia.
Sementara itu, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menyampaikan bahwa hampir sebagian besar Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari NTT adalah perempuan. Hal ini menjadi krusial bagi keluarga yang ditinggalkan dan tentu juga berdampak pada anak-anak mereka.
"Dengan kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap bisa saling menambal sulam bagian dalam masyarakat untuk sama-sama membangun keluarga yang sehat dan memiliki harapan hidup yang lebih baik, terutama bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia," ujar Suratmi dalam sambutannya.
Suratmi juga menekankan bahwa pelindungan pekerja migran tidak hanya berhenti pada penempatan, tetapi juga mencakup penguatan keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, kerja sama dengan BKKBN NTT menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa keluarga Pekerja Migran Indonesia mendapat perhatian khusus dalam program-program pembangunan keluarga.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara BP3MI NTT dengan BKKBN NTT, yang menjadi landasan formal bagi kedua instansi untuk melaksanakan program-program bersama. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pelindungan dan pemberdayaan keluarga Pekerja Migran Indonesia, serta mendukung program-program prioritas pemerintah dalam pembangunan keluarga dan kependudukan. ** (Humas/BP3MI Nusa Tenggara Timur)