Tuesday, 13 October 2026
logo

Berita

Berita Utama

Dorong Program SMK Go Global, Pati Siapkan CPMI Kompeten dan Berdaya Saing di Pasar Kerja Global

-

00.09 2 September 2026 333

Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi CPMI digelar di Aula Disnaker Kabupaten Pati, Senin (31/8/2026)

Pati, KP2MI (2/9) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui Program SMK Go Global Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi CPMI yang digelar di Aula Disnaker Kabupaten Pati, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani, Kepala Disnaker Kabupaten Pati Bambang Agus Yulianto, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Pati Dyah Suhita Siwi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pati Andy Heriamsah, Koordinator P4MI Pati Rose Fine Nur Hanefianti, serta sejumlah pimpinan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di wilayah Kabupaten Pati.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Disnaker Kabupaten Pati menyelenggarakan dua jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global. Pelatihan pertama berupa Pelatihan dan Sertifikasi Caregiver yang diikuti sebanyak 60 peserta, sedangkan pelatihan kedua adalah Pelatihan dan Sertifikasi Konstruksi dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi CPMI Program SMK Go Global di Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Dewi menjelaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global. Program tersebut juga menjadi bagian dari direktif Presiden dalam menyiapkan 500.000 tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi keterampilan.

Menurut Dewi, peningkatan kompetensi menjadi salah satu kunci penting agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain. Karena itu, pelatihan yang diberikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan kemampuan bahasa yang dibutuhkan sesuai dengan negara dan sektor penempatan.

“Program SMK Go Global ini merupakan bagian dari direktif Presiden untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan siap bersaing di pasar kerja global. Pemerintah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi keterampilan teknis maupun bahasa secara gratis,” ujar Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani.

Ia menambahkan, peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terbuka di berbagai sektor. Selain caregiver dan konstruksi, kebutuhan tenaga kerja juga terdapat pada bidang welder, hospitality, nurse, manufaktur, pertanian, hingga sektor kelautan.

Dewi Ariani selalu Kepala BP3MI Jawa Tengah berharap para peserta tidak hanya melihat pelatihan sebagai kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar memanfaatkan seluruh proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan kerja. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dewi Ariani juga mengingatkan para peserta agar memahami bahwa proses bekerja ke luar negeri harus ditempuh melalui prosedur yang resmi dan sesuai ketentuan. Peserta diharapkan tidak mudah tergiur tawaran kerja dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan selalu memastikan informasi penempatan melalui kanal resmi pemerintah maupun lembaga penempatan yang memiliki izin.

Kepala Disnaker Kabupaten Pati Bambang Agus Yulianto juga menyampaikan pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja sebagai bekal memasuki dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

Pelaksanaan Program SMK Go Global di Kabupaten Pati sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan, P3MI, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar proses peningkatan kapasitas CPMI dapat berjalan secara terpadu, mulai dari pelatihan, sertifikasi, pemahaman mengenai prosedur penempatan, hingga aspek perlindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi Caregiver serta Konstruksi, para peserta diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang berkualitas, aman, dan terlindungi.

“Kami ingin pekerja migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri adalah pekerja yang kompeten, memiliki keterampilan, memahami budaya kerja, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mengetahui hak serta kewajibannya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di negara penempatan,” tambah Dewi

Setelah rangkaian sambutan dan pembukaan kegiatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pelatihan bagi para CPMI peserta Program SMK Go Global di Kabupaten Pati.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran BP3MI Jawa Tengah, Disnaker Kabupaten Pati, BPJS Ketenagakerjaan, P4MI Pati, P3MI, serta seluruh peserta pelatihan.

Melalui Program SMK Go Global, pemerintah berharap semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai standar kebutuhan industri dan pasar kerja internasional. Program tersebut diharapkan dapat membuka akses penempatan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia di tingkat global. ** (Humas/BP3MI Jawa Tengah)