KP2MI Kembali Berangkatkan Pekerja Migran Indonesia Perawat Skema G to G Jerman
-
KP2MI Kembali Berangkatkan Pekerja Migran Indonesia Perawat Skema G to G Jerman
akarta, KP2MI (2/8) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kembali memberangkatkan sebanyak 10 pekerja migran Indonesia perawat ke Jerman melalui skema Government to Government (G to G).
Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses kerja internasional bagi pekerja migran Indonesia sektor kesehatan yang kompeten, sekaligus memastikan pelindungan optimal selama bekerja di luar negeri.
Digelar di Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang, Minggu (2/8), Direktur Penempatan Pemerintah, Dyah Rejekiningrum, menyampaikan keberhasilan para pekerja migran mencapai tahap keberangkatan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen.
"Untuk sampai di titik ini tidak mudah. Kalian telah melalui berbagai tahapan panjang dan membuktikan bahwa kalian adalah orang-orang yang tekun serta pantang menyerah," ujar Dyah.
Ia meminta para pekerja migran tidak melihat keberangkatan ini sebagai akhir perjuangan, melainkan awal untuk membangun karier profesional di tingkat internasional. Menurutnya, bekerja di Jerman menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menunjukkan kualitas pekerja migran sektor kesehatan di mata dunia.
"Kalian membawa nama Indonesia. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, beradaptasilah dengan lingkungan kerja di sana, selesaikan proses pengakuan kompetensi, dan berikan pelayanan terbaik," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas peluang kerja melalui skema penempatan pemerintah, tidak hanya sektor keperawatan ke Jerman, tetapi juga sektor lainnya seperti kuliner di Jerman serta careworker dan kesehatan ke Jepang.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jeffri Ardianto, menyebut para pekerja migran Indonesia yang berangkat ke Jerman merupakan bagian dari generasi tenaga kesehatan yang berani mengambil peluang global.
"Adik-adik semua adalah pejuang karena turut membantu perekonomian Indonesia. Kami berharap keberangkatan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk mempersiapkan diri bekerja di luar negeri," kata Jeffri.
Ia berharap, para pekerja migran Indonesia yang telah bekerja di Jerman dapat menjadi penghubung informasi bagi generasi berikutnya, khususnya mengenai peluang dan pengalaman bekerja di luar negeri.
"Kami ingin semakin banyak tenaga kesehatan Indonesia yang memiliki kesempatan bekerja di luar negeri. Namun yang paling penting adalah mereka harus siap secara kompetensi, profesional, dan mampu menjaga nama baik Indonesia," ujarnya.
Melalui program penempatan G to G ini, pemerintah berharap tenaga kesehatan Indonesia semakin memiliki daya saing global sekaligus memperoleh pelindungan yang kuat selama menjalankan tugas di negara penempatan.
Adapun kesepuluh pekerja migran yang diberangkatkan berasal dari Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. **(Humas)