Tuesday, 13 October 2026
logo

Berita

Berita Utama

Perkuat Kesiapan CPMI, BP3MI DKI Jakarta Gandeng IBI-K57

-

00.08 20 August 2026 246

BP3MI DKI Jakarta berkoordinasi dengan Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 di Gedung Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Jakarta Se

Jakarta, KP2MI (19/8) – Peluang bekerja di luar negeri semakin terbuka bagi generasi muda Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu diiringi kompetensi yang memadai agar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tidak hanya mampu memasuki pasar kerja global, tetapi juga siap bersaing dan beradaptasi di negara tujuan.

Hal tersebut menjadi fokus pertemuan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta dengan Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) dalam membahas peluang kolaborasi Program Peningkatan Kapasitas CPMI di Gedung Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, didampingi tim, berdiskusi dengan perwakilan IBI-K57 untuk menggali potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi CPMI, khususnya dalam penguatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Ia menjelaskan bahwa Program Peningkatan Kapasitas CPMI tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan calon pekerja migran memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Program peningkatan kapasitas ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti IBI-K57 sangat strategis, terutama dalam penguatan bahasa, keterampilan, serta perluasan akses informasi bagi calon pekerja migran,” ujar Kombes Pol. Dr. Arman.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan institusi pendidikan lainnya dapat membangun ekosistem persiapan yang lebih kuat. Dengan dukungan tersebut, CPMI diharapkan tidak sekadar memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tuntutan pekerjaan dan kehidupan di negara tujuan.

Dalam pertemuan tersebut, IBI-K57 memperkenalkan sejumlah potensi yang dapat mendukung pelaksanaan program, salah satunya melalui Migrant Center. Wadah tersebut dikembangkan untuk mendukung layanan dan pengembangan terkait Pekerja Migran Indonesia. Selain itu, IBI-K57 telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sehingga kerja sama yang akan dibangun memiliki landasan kolaborasi yang relevan.

Dukungan lainnya berasal dari Lembaga Pengembangan Bahasa IBI-K57 yang menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan Bahasa Jerman. Penguatan kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting bagi CPMI untuk mendukung komunikasi, pelaksanaan pekerjaan, serta proses adaptasi di negara tujuan.

Potensi tersebut juga diperkuat dengan jaringan IBI-K57 bersama sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jaringan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan peluang kerja luar negeri sekaligus mendorong pembekalan kompetensi bagi generasi muda sejak dari bangku pendidikan.

Sebagai tindak lanjut pertemuan, BP3MI DKI Jakarta dan IBI-K57 sepakat mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan kolaborasi ke depan. Kedua pihak juga merencanakan pelaksanaan Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas CPMI pada 27 Agustus 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas akses informasi dan pembekalan bagi generasi muda yang ingin membangun karier di luar negeri. Melalui penguatan kompetensi, kesiapan, dan pendampingan yang tepat, CPMI diharapkan mampu memasuki pasar kerja global secara lebih siap, aman, dan berdaya saing.