Program SMK Go Global Resmi Dibuka di UNS, Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Kompetensi untuk Menembus Pasar Kerja Global
-
Program SMK Go Global Resmi Dibuka di UNS, Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Kompetensi untuk Menembus Pasar Kerja Global, Surakarta, Kamis (3/9
Surakarta, KP2MI (7/9) - Program SMK Go Global Tahun 2026 resmi dibuka di Universitas Sebelas Maret (UNS), bertempat di Gedung Aula Suhardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, pada Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan pembukaan pelatihan yang diselenggarakan UNS melalui sejumlah bidang kompetensi, yakni housekeeping, bahasa Mandarin, Spa therapis, dan bahasa Inggris. Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan keterampilan sekaligus sertifikasi sebagai salah satu modal peserta sebelum memasuki dunia kerja, khususnya peluang kerja di luar negeri melalui jalur penempatan yang resmi.
Acara dibuka dengan sambutan pertama, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, Herman Saputro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan UNS dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing untuk memasuki pasar kerja global.
Program pelatihan telah disiapkan dengan fasilitas pendukung serta melibatkan dosen UNS yang telah divalidasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Peserta akan mendapatkan pembekalan sesuai bidang yang diminati, sehingga keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja internasional.
Dekan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan masa pelatihan selama kurang lebih tiga bulan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga menjadi langkah awal bagi peserta dalam membangun kesiapan dan kepercayaan diri untuk berkarier di luar negeri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Heru Sasongko, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sumardiyono, perwakilan KP2MI, serta Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani.
Hadir pula Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Clarosa Amanda Hasel, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Karlina Denistia, serta Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Deria Adi Wijaya.
Selanjutnya, Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi Ariani, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi calon pekerja migran Indonesia Program SMK Go Global Tahun 2026.
Dewi menegaskan bahwa program peningkatan kapasitas calon pekerja migran tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kegiatan pelatihan. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bagian dari proses mempersiapkan peserta agar benar-benar memiliki kesiapan untuk bekerja di luar negeri.
Menurut Dewi, keterampilan kerja menjadi salah satu modal utama, tetapi kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa sesuai negara tujuan juga tidak kalah penting. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan membangun komitmen sejak awal.
“Program ini bukan hanya tentang pelatihan. Ketika peserta mengikuti program ini, harus ada komitmen untuk benar-benar mempersiapkan diri bekerja ke luar negeri. Keterampilan harus dikuasai, tetapi kemampuan bahasa juga harus menjadi perhatian karena menjadi salah satu bekal penting ketika bekerja dan berinteraksi di negara tujuan,” ujar Dewi.
Kepala BP3MI Jawa Tengah Dewi menambahkan kesempatan yang diberikan melalui Program SMK Go Global harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta. Selama tiga bulan pelatihan, peserta diharapkan tidak hanya mengejar kemampuan teknis, tetapi juga membangun kedisiplinan, etos kerja, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang memiliki standar berbeda dengan Indonesia.
“Saya berharap selama tiga bulan ke depan seluruh peserta mengikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh. Jangan melihat ini hanya sebagai kegiatan belajar, tetapi sebagai kesempatan untuk mempersiapkan masa depan. Ketika nantinya bekerja di luar negeri, peserta harus sudah memiliki keterampilan, bahasa, mental, dan kesiapan kerja yang baik,” pungkas Dewi.
Program SMK Go Global di UNS juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat internasional. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai memberikan nilai tambah karena proses pembekalan dilakukan dengan dukungan tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan yang relevan.
Melalui pelatihan dan sertifikasi housekeeping, bahasa Mandarin, pelatihan dan sertifikasi spa therapist, serta pelatihan bahasa Inggris, para peserta diarahkan untuk memiliki kompetensi yang dapat mendukung kebutuhan sektor pekerjaan di luar negeri. Pembekalan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong calon pekerja migran agar memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum mengikuti proses penempatan.
Dewi berharap kerja sama yang terbangun antara BP3MI Jawa Tengah, KP2MI, dan UNS tidak berhenti pada pelaksanaan program pelatihan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan peningkatan kompetensi dan penyiapan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.
Rangkaian kegiatan pembukaan kemudian ditutup dengan penyerahan perlengkapan pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai penanda dimulainya rangkaian Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi calon pekerja migran Program SMK Go Global Tahun 2026 di Universitas Sebelas Maret.**(Humas/BP3MI Jawa Tengah)