Tuesday, 13 October 2026
logo

Berita

Berita Utama

SMK Go Global Dibuka, BP3MI Kalimantan Barat Siap Cetak Pekerja Migran Indonesia Berkompetensi yang Bersaing di Pasar Kerja Dunia

-

00.08 27 August 2026 277

BP3MI Kalimantan Barat laksanakan kick-off SMK Go Global bersama Poltesa dan Disnakertrans Kabupaten Sambas, Rabu (26/8/2026).

Sambas, KP2MI (27/8) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat melaksanakan kick-off SMK Go Global dengan tema Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Tembus Panggung Dunia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dibuka secara langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.

Program SMK Go Global merupakan program direktif Presiden Republik Indonesia yang ditujukan untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja untuk ditempatkan secara bertahap di berbagai negara dalam beberapa tahun ke depan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Di Kalimantan Barat, kegiatan kick-off dilaksanakan secara daring dari Politeknik Negeri Sambas (Poltesa). Selain menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, Poltesa juga menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas bagi calon Pekerja Migran Indonesia pada bidang manufaktur operator produksi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Sambas, Yuliansyah, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, serta perwakilan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Arwana Citra Lestari.

Direktur Politeknik Negeri Sambas, Yuliansyah, menyampaikan pentingnya pengembangan pelatihan pada berbagai sektor yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Menurutnya, pelatihan tidak hanya perlu difokuskan pada sektor manufaktur, tetapi juga dapat dikembangkan pada bidang pariwisata, housekeeping, maupun perkebunan.

“Pelatihan juga perlu melihat kebutuhan industri di luar negeri. Dengan demikian, Poltesa dapat menyiapkan program pelatihan yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh negara tujuan penempatan,” ujar Yuliansyah.

Sementara itu, Kepala BP3MI Kalimantan Barat, Kombes Pol Ahmad Fadlin, menyampaikan bahwa program SMK Go Global memiliki target besar, yakni menyiapkan 500 ribu peserta hingga tahun 2029. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia.

“Program ini merupakan tantangan bagi kami untuk dapat menyiapkan pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia yang memiliki keterampilan atau skill, sehingga mereka mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar kerja global,” ungkap Ahmad Fadlin.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Riki Chousikin, turut menyampaikan bahwa pelaksanaan program SMK Go Global menjadi titik awal dalam mempersiapkan Pekerja Migran Indonesia agar lebih siap menghadapi persaingan kerja internasional. Ia juga mendorong calon Pekerja Migran Indonesia untuk memperluas pilihan negara tujuan penempatan, tidak hanya Malaysia, tetapi juga menjajaki peluang kerja di negara seperti Jepang, Taiwan, dan Australia.

“Ini menjadi titik awal untuk mempersiapkan Pekerja Migran Indonesia agar lebih siap. Jangan hanya Malaysia, tetapi coba jajaki peluang di Jepang, Taiwan, Australia, dan negara lainnya,” ujar Riki.

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan manufaktur operator produksi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Sambas. Para peserta telah melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga tes wawancara.

Selanjutnya, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua minggu. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas sebelum peserta dipersiapkan untuk penempatan kerja ke negara tujuan.

Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memiliki peluang untuk berkarier di tingkat global.

Dengan dilaksanakannya kick-off secara serentak di seluruh Indonesia, pelatihan manufaktur operator produksi di Politeknik Negeri Sambas resmi dimulai. Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Melalui program SMK Go Global, BP3MI Kalimantan Barat berharap semakin banyak calon Pekerja Migran Indonesia yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan kerja yang memadai. Dengan bekal tersebut, Pekerja Migran Indonesia diharapkan mampu bekerja secara profesional, meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, serta berkontribusi sebagai pahlawan devisa bagi Indonesia.* (Humas/BP3MI Kalimantan Barat)