Sunday, 9 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen P2MI: Literasi Migrasi Aman Kunci Cegah Penempatan Pekerja Migran Non prosedural

-

00.06 14 June 2026 245

Wamen P2MI: Literasi Migrasi Aman Kunci Cegah Penempatan Pekerja Migran Non prosedural

JEMBER, — Upaya memperkuat tata kelola migrasi aman terus dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Migran Aman di Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi sekaligus memperkuat pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia  sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan, pekerja migran memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Selain berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga, Pekerja Migran juga memberikan sumbangan devisa yang signifikan bagi negara.

Menurut Dzulfikar, kontribusi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelindungan dan pembinaan terhadap pekerja migran Indonesia.

“Pekerja migran merupakan aset bangsa yang memiliki kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Karena itu, mereka harus dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan pelindungan secara menyeluruh,” ujarnya, Minggu (14/9) di Alun-Alun Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung program migrasi aman dan pelindungan pekerja migran. 

Ia menilai keberhasilan penempatan Pekerja Migran yang legal dan berkualitas memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan setiap warga yang bekerja ke luar negeri memperoleh informasi yang benar, perlindungan yang memadai, dan kesempatan bekerja melalui prosedur yang sah.

Dalam kegiatan itu, pemerintah juga memperkenalkan konsep “Lima Siap” sebagai bekal bagi calon pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri. Konsep tersebut mencakup kesiapan fisik, mental, kompetensi, dokumen, serta visi yang jelas mengenai tujuan bekerja.

Pemerintah meyakini kesiapan yang matang akan menghasilkan pekerja migran yang profesional, aman, dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Selain memperkuat kesiapan individu, pemerintah juga terus mengembangkan program Desa Migran sebagai pusat informasi dan layanan awal bagi masyarakat. Keberadaan Desa Migran diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan akses informasi yang akurat kepada calon pekerja migran.

Melalui penguatan peran desa, masyarakat diharapkan semakin memahami prosedur migrasi yang aman sehingga dapat terhindar dari praktik penempatan nonprosedural maupun tindak pidana perdagangan orang.

Pemerintah juga mendorong generasi muda untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bagian dari penguatan kompetensi. Penguasaan bahasa dinilai menjadi modal penting untuk memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.

Gerakan Nasional Migran Aman diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata berupa meningkatnya literasi migrasi aman, bertambahnya jumlah penempatan pekerja migran secara legal, serta semakin kuatnya pelindungan bagi Pekerja Migran . 

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Jember diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam membangun budaya migrasi aman yang berkelanjutan,” ujarnya.