Tuesday, 17 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI NTT Tingkatkan Kapasitas Instruktur OPP dan Pegawai melalui Kolaborasi dengan BNN Provinsi NTT

-

00.03 17 March 2026 11

BP3MI NTT Tingkatkan Kapasitas Instruktur OPP dan Pegawai melalui Kolaborasi dengan BNN Provinsi NTT

Kupang, KP2MI (17/3) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nusa Tenggara Timur (BP3MI NTT) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi instruktur Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) dan pegawai melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor BP3MI NTT ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi awal antara BP3MI NTT dan BNN Provinsi NTT dalam rangka penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Hingga saat ini, kedua pihak telah menyusun draf PKS sebagai landasan kolaborasi ke depan, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pekerja migran.

Seluruh instruktur OPP dan pegawai BP3MI NTT turut hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini. Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta kemampuan sumber daya manusia dalam mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi Calon Pekerja Migran Indonesia.

Hadir sebagai narasumber, Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTT, Lia Novika Ulya, S.K.M., menyampaikan materi terkait gambaran umum permasalahan narkoba. Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Yosna Julia Juwita, S.Psi., memaparkan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam pemaparannya, Lia Novika Ulya menegaskan bahwa ancaman narkoba saat ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Permasalahan narkoba bukan hanya isu nasional, tetapi juga telah menjadi ancaman nyata di daerah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh pihak, termasuk BP3MI, dalam upaya pencegahan sejak dini, terutama kepada calon pekerja migran,” ujarnya.

Sementara itu, Yosna Julia Juwita menekankan pentingnya edukasi sebagai upaya pencegahan.

“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat merusak masa depan seseorang. Edukasi yang tepat menjadi kunci utama agar masyarakat, khususnya calon pekerja migran, mampu melindungi diri dari ancaman tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP3MI NTT yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Lukas Doni, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan BNN Provinsi NTT. Ia berharap kerja sama ini dapat segera diperkuat melalui penandatanganan PKS dalam waktu dekat.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas instruktur OPP dan seluruh pegawai BP3MI NTT. Kami berharap kolaborasi dengan BNN Provinsi NTT dapat memberikan dampak nyata dalam upaya pencegahan narkoba, khususnya bagi pekerja migran asal NTT,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, BP3MI NTT menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pelayanan penempatan, tetapi juga memastikan pelindungan menyeluruh bagi Pekerja Migran Indonesia, termasuk dari ancaman penyalahgunaan narkoba.