Tuesday, 12 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulsel Dampingi Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Asal Bone dari Nunukan dalam Kondisi Sakit

-

00.05 12 May 2026 30

BP3MI Sulsel Dampingi Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Asal Bone dari Nunukan dalam Kondisi Sakit (11/5/26)

Parepare, KP2MI (11/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan melalui P4MI Parepare memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia repatriasi asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dipulangkan dari Nunukan, Kalimantan Utara, dalam kondisi sakit dan mengalami keterbatasan berjalan, Senin (11/5/2026).

Proses pemulangan berlangsung di Pelabuhan Nusantara Parepare dan mendapat pendampingan langsung dari Tim Pemulangan P4MI Parepare.

Ketua Tim Pemulangan BP3MI Sulawesi Selatan, Purworini Indah Setyasih, menjelaskan bahwa pemulangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Dinas Kepala BP3MI Kalimantan Utara Nomor S.873/10.19/PB.05.03/V/2026 tertanggal 8 Mei 2026.

Pekerja Migran Indonesia repatriasi tersebut diketahui bernama Sumarti binti Sakka, perempuan kelahiran Barru, 27 Juli 1977, yang berdomisili di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

“P4MI Parepare melaksanakan fasilitasi pemulangan satu orang Pekerja Migran Indonesia repatriasi dari Nunukan, Kalimantan Utara melalui Pelabuhan Nusantara Parepare,” ujar Purworini.

Ia menjelaskan bahwa Pekerja Migran Indonesia tersebut berangkat dari Nunukan pada Sabtu, 9 Mei 2026 menggunakan KM Pantokrator dan didampingi oleh suami serta anak kandungnya.

“Kepulangan dilakukan dengan pendampingan keluarga guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan tetap terpantau selama perjalanan,” katanya.

Kapal tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare pada Senin (11/5/2026). Setibanya di pelabuhan, Tim Pemulangan P4MI Parepare langsung melakukan penjemputan di atas kapal untuk membantu proses evakuasi.

Menurut Purworini, kondisi fisik Sumarti yang lemah membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati. Pekerja Migran Indonesia tersebut tidak mampu berjalan secara mandiri sehingga petugas menggunakan kursi roda dan tandu untuk mengevakuasi dari kapal.

“Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat akses tangga kapal yang terbatas serta kondisi kesehatan Pekerja Migran Indonesia yang masih lemah,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi dari kapal, Pekerja Migran Indonesia repatriasi tersebut langsung dijemput oleh pihak keluarga di area dermaga. BP3MI Sulawesi Selatan bersama tim pemulangan kemudian melaksanakan proses serah terima secara resmi kepada keluarga.

“Setelah tiba di dermaga, Pekerja Migran Indonesia repatriasi dijemput oleh keluarga dan dilakukan proses serah terima secara resmi di pelabuhan,” tutup Purworini.

Melalui pendampingan ini, BP3MI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelindungan dan pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia, khususnya dalam proses pemulangan dan penanganan kondisi darurat.