Friday, 8 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Delegasi Bangladesh Belajar Tata Kelola Pekerja Migran ke KP2MI, Bahas Rekrutmen hingga Digitalisasi

-

00.05 8 May 2026 32

Delegasi Bangladesh Belajar Tata Kelola Pekerja Migran ke KP2MI, Bahas Rekrutmen hingga Digitalisasi

Jakarta - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen KP2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menerima kunjungan delegasi Bangladesh di Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman terkait tata kelola pelindungan pekerja migran.

Delegasi Bangladesh dipimpin oleh Adviser to The Prime Minister of Bangladesh, Mr. Emanul Haq. Mereka datang untuk mempelajari sistem pengelolaan pekerja migran Indonesia, mulai dari proses rekrutmen hingga peningkatan kompetensi calon pekerja migran.

Dalam pertemuan tersebut, Dzulfikar mengatakan Indonesia dan Bangladesh memiliki kesamaan sebagai negara pengirim pekerja migran ke berbagai negara tujuan.

"Kolaborasi dan pertukaran pengalaman menjadi penting untuk memperkuat pelindungan pekerja migran di kedua negara," kata Dzulfikar.

Ia juga menyoroti kontribusi besar Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang menjadi salah satu sumber devisa negara.

Sementara itu, Emanul Haq menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia. Ia mengatakan Bangladesh ingin mempelajari tata kelola pekerja migran Indonesia, termasuk sistem pelatihan dan mekanisme penyelesaian masalah pekerja migran di negara penempatan.

Menurutnya, Bangladesh dan Indonesia memiliki tantangan yang hampir serupa, terutama di negara penempatan seperti Arab Saudi, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan.

"Saat ini sekitar 6 sampai 7 juta pekerja migran Bangladesh bekerja di kawasan Teluk, mayoritas di sektor domestik dan konstruksi," ujarnya.

Dalam sesi diskusi, delegasi Bangladesh juga menyoroti strategi Indonesia dalam meningkatkan kapasitas Pekerja Migran serta sistem digitalisasi penempatan pekerja migran.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal P3KLN menjelaskan Indonesia memiliki dua program unggulan, yakni Migrant Center dan Kelas Migran di SMK.
Migrant Center merupakan pusat pelatihan kompetensi dan informasi migrasi dengan kurikulum berstandar internasional yang saat ini telah tersedia di 12 wilayah.

Sementara itu, Kelas Migran memberikan pelatihan bahasa asing kepada siswa SMK sejak kelas 2 sebagai persiapan memasuki pasar kerja internasional.

Pemerintah juga memprioritaskan pelatihan lima bahasa asing, yakni Inggris, Korea, Jepang, Jerman, dan Mandarin guna meningkatkan daya saing Pekerja Migran.

Selain itu, KP2MI menetapkan enam sektor prioritas penempatan Pekerja Migran Indah, yakni kesehatan, hospitality, manufaktur, konstruksi, pertanian, dan transportasi.

Sebagai tindak lanjut, delegasi Bangladesh dijadwalkan mengunjungi Politeknik Kesehatan Jakarta pada Jumat (8/5). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung proses pelatihan calon Pekerja Migran sektor kesehatan, khususnya perawat yang dipersiapkan bekerja di Jepang dan Jerman.*