Dukung Sikat Sindikat, UPT BP2MI Denpasar Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman
-
Dukung Sikat Sindikat, UPT BP2MI Denpasar Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman
Denpasar, BP2MI (6/12) - BP2MI makin menggencarkan upaya pemberantasan sindikat pengiriman pekerja migran secara nonprosedural ke luar negeri. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari membentuk satuan tugas khusus yang menangani pemberantasan sindikat, sampai mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terjebak oleh iming-iming calo.
Salah satu bentuk keseriusan dan komitmen dalam memberikan edukasi pada masyarakat tersebut, UPT BP2MI Denpasar melaksanakan sosialisasi bertemakan Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Jalan Pura Mas Gatep, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (5/12/2020).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 orang peserta yang antusias memperoleh materi mengenai cara aman berangkat bekerja ke luar negeri.
Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BP2MI, Servulus Bobo Riti, memberikan materi mengenai program Sikat Sindikat serta pembebasan biaya penempatan untuk sektor-sektor tertentu.
Sedangkan Kepala UPT BP2MI Denpasar, Wiam Satriawan, yang mengangkat soal perubahan BNP2TKI menjadi BP2MI.
“Yang jelas, pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelindungan pada pra, masa, dan purna penempatan dari aspek ekonomi, sosial, hukum, dan budaya. Tetapi kami juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih lowongan. Jika ada lowongan yang meragukan, silakan bertanya ke kantor kami atau menghubungi kami melalui hotline,” jelas Wiam.
Sosialisasi tersebut juga melibatkan anggota komisi IX DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana. Pada sesi akhir, Kariyasa menjelaskan tentang rencana pembangunan BLK komunitas di kecamatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bali. Ia juga membahas mengenai rencana pembiayaan pemberangkatan PMI ke luar negeri dengan bantuan dari pemerintah, namun hal ini sedang digodok lebih lanjut.
“Akhir kata, saya sampaikan pada peserta sekalian untuk mendaftarkan diri ke unit BP2MI terdekat sebelum berangkat ke luar negeri. Protokol kesehatan juga harus tetap dijaga, jangan sampai lengah,” tutup Kariyasa. ** (Humas/UPT BPMI Denpasar/Ayu)