Thursday, 12 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

Kepala BP3MI NTT Jadi Narasumber Utama dalam Doa Bersama Lintas Agama Melawan Perdagangan Manusia

-

00.02 11 February 2026 20

Kepala BP3MI NTT Jadi Narasumber Utama dalam Doa Bersama Lintas Agama Melawan Perdagangan Manusia

Kupang, KemenP2MI (11/2) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama Melawan Perdagangan Manusia (TPPO) yang diselenggarakan pada Selasa, (10/2/2026), pukul 17.00 WITA, bertempat di Aula Paroki Santo Yosef Naikoten, Kupang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Talitakum Cabang Kupang tersebut dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, gereja, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non Governmental Organization (NGO).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida menyampaikan materi tentang Peran Pemerintah dalam Pelindungan Pekerja Migran asal NTT. Ia menekankan bahwa pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, mengingat NTT masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap praktik perdagangan manusia.

“Pencegahan perdagangan manusia, secara khusus untuk masyarakat NTT, harus menjadi perhatian utama baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, juga masyarakat itu sendiri. Salah satu bentuk pencegahan perdagangan manusia adalah dengan memastikan masyarakat NTT bermigrasi secara legal. Pengabaian terhadap isu ini akan terus menjadi cerita yang terus berulang apabila tidak ditangani serius oleh pemerintah,” tegas Suratmi Hamida dalam paparannya.

Ia juga menyampaikan pentingnya keberangkatan secara prosedural agar negara dapat memberikan pelindungan secara optimal kepada Pekerja Migran Indonesia. Menurutnya, migrasi yang dilakukan secara legal akan mempermudah proses pendataan, pengawasan, serta pemberian bantuan ketika terjadi permasalahan di negara tujuan.

Lebih lanjut, Kepala BP3MI NTT mengajak pihak gereja dan lembaga keagamaan untuk berkolaborasi aktif dalam meningkatkan kesadaran umat. Edukasi yang tepat dan berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang matang sebelum memutuskan untuk bekerja ke luar negeri.

Turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut Romo Vincent dari KKP-PMP Keuskupan Agung Kupang yang menyampaikan perspektif gereja dalam upaya pencegahan perdagangan manusia dan pendampingan korban.

Selain BP3MI NTT, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak antara lain Talitakum Cabang Kupang, JPIC Providentia Dei, KOMPAK, WKRI Cabang Kupang, NU Cabang Kupang, KKP-PMP Keuskupan Agung Kupang, serta sejumlah organisasi dan komunitas lainnya yang memiliki kepedulian terhadap isu perdagangan orang dan pelindungan pekerja migran.

Secara keseluruhan, kegiatan Doa Bersama Lintas Agama ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aktif, mulai dari doa bersama, penyampaian materi, hingga sesi diskusi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam memerangi perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur.** (Humas/Nusa Tenggara Timur)