Thursday, 5 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

KP2MI Lepas 140 Pekerja Migran Indonesia Lulusan SMK ke Malaysia, Tekankan Penempatan Aman dan Zero Cost

-

00.03 5 March 2026 62

KP2MI Lepas 140 Pekerja Migran Indonesia Lulusan SMK ke Malaysia di kantor BP3MI DKI Jakarta, Rabu (4/3/2026)

Jakarta, KemenP2MI (4/3) – Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), Ahnas, resmi melepas 140 Pekerja Migran Indonesia sektor formal lulusan SMK untuk bekerja di Malaysia, Rabu (4/3/2026).

Pelepasan yang digelar di kantor BP3MI DKI Jakarta itu dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama, santunan anak yatim, serta buka puasa bersama.

Sebanyak 140 pekerja migran tersebut akan bekerja di sektor manufaktur atau pabrik elektronik di Malaysia dengan masa kontrak dua tahun. Seluruh proses penempatan dilakukan secara zero cost, di mana biaya paspor, visa kerja, pemeriksaan kesehatan, hingga tiket keberangkatan ditanggung oleh pemberi kerja.

Dalam sambutannya, Dirjen Ahnas menegaskan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti kehadiran negara dalam memastikan pekerja migran berangkat secara prosedural, kompeten, dan terlindungi.

“Adik-adik yang berdiri hari ini adalah generasi muda terampil dan siap bersaing di pasar kerja global. Kalian bukan hanya pekerja, tetapi juga wakil bangsa yang membawa nama baik Indonesia,” ujar Ahnas.

Ia menekankan tiga pesan penting kepada para Pekerja Migran, yakni menjaga profesionalisme dan etos kerja, menjaga sikap serta nama baik bangsa, serta memahami hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.

Ahnas juga berharap para Pekerja Migran tetap mempertahankan identitas dan budaya Indonesia selama bekerja di luar negeri.

“Tetaplah menjadi orang Indonesia yang memiliki budaya santun, budaya yang selama ini dibanggakan oleh beberapa negara di dunia. Ini menjadi ciri khas bangsa yang harus dipertahankan,” ucapnya.

Sebelum diberangkatkan, para Pekerja Migran telah mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) yang mencakup pemahaman perjanjian kerja, peraturan dan budaya negara penempatan, wawasan kebangsaan, pencegahan HIV/AIDS, pencegahan terorisme dan radikalisme, pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga literasi pengelolaan keuangan.

Pada seremoni pelepasan, para pekerja migran juga menerima buku pegangan serta buku saku literasi keuangan sebagai bekal selama bekerja di Malaysia.

Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap meraih peluang kerja global.

“Pelepasan 140 pekerja migran kali ini menjadi bagian dari target penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia pada tahun 2026, dengan 300.000 di antaranya merupakan lulusan SMK terampil di berbagai sektor seperti manufaktur, hospitality, keperawatan, pengelasan, dan perikanan,” jelas Arman.

Dalam kesempatan yang sama, BP3MI DKI Jakarta juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Institut STIAMI terkait penyebarluasan informasi, penyiapan penempatan, dan penguatan pelindungan pekerja migran. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah dilaksanakan pada Juni 2025.

Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan wawasan meski telah bekerja di luar negeri.

“Salah satu tujuan perjanjian kerja sama ini agar kami bisa turut membantu negara dalam memajukan harkat dan martabat Indonesia dalam bidang pendidikan,” kata Sylviana.

Selain pelepasan dan penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim, doa bersama, dan buka puasa bersama sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan kolaborasi dalam pelindungan pekerja migran Indonesia. **(Humas/NL)