Manfaatkan Waktu Ngabuburit, Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan Lakukan Sosialisasi Mobile di Ambunten, Sumenep
-
Manfaatkan Waktu Ngabuburit, Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan Lakukan Sosialisasi Mobile di Ambunten, Sumenep
Sumenep, BP2MI (14/4) - Bertepatan dengan 11 Ramadhan 1443, Pos Pelayanan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pamekasan memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dengan melakukan sosialisasi peluang kerja keluar negeri secara prosedural di kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (13/4/2022).
Kecamatan Ambunten, Sumenep yang berada di sisi Pantura Madura dipilih karena merupakan daerah kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan mayoritas tujuan penempatan ke Malaysia. Sebagai catatan di tahun 2021, menurut data pemulangan PMI Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Jawa Timur, PMI yang berasal dari Kabupaten Sumenep mencapai 1.257 orang yang 15% di antaranya berasal dari Ambunten, Sumenep.
Koordinator Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan, Guntar Sabhara dalam sosialisasi mengharapkan dapat mengedukasi warga disana terkait peluang kerja luar negeri di negara-negara penempatan yang dibuka pada masa adaptasi kebiasaan baru sesuai Kepdirjen Binapenta Nomor 3/81/PK.02.02/III/2022.
“Kami melakukan sosialisasi dengan cara langsung turun bertemu warga. Tujuan kami kesini selain menyosialisasikan peluang kerja keluar negeri di 62 negara yang sudah dibuka, harapannya dapat berinteraksi langsung dengan warga. Disamping itu, kami juga menginformasikan bahwa penempatan Malaysia akan dibuka kembali, namun menunggu Kepdirjen Binapenta terbaru,” terang Guntar.
Ambunten merupakan daerah kantong PMI yang mayoritas warganya bekerja ke Malaysia secara non prosedural melalui calo atau tekong. Namun di luar dugaan para petugas dari Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan, kehadiran mereka justru disambut baik oleh warga Ambunten. Banyak warga yang mendatangi petugas Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan untuk bertanya terkait prosedur bekerja ke luar negeri secara resmi.
“Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan, cerita, keluh kesah maupun memberikan saran masukan kepada kami. Sasaran sosialisasi kami sebenarnya adalah warga usia produkti. Namun tidak sedikit pula orang tua yang tertarik mendengarkan untuk diteruskan informasinya kepada anak, sanak saudara, kerabat, maupun tetangga sekitar tempat tinggalnya. Kami juga menggalang tanda tangan pernyataan persetujuan untuk stop penempatan PMI unprosedural, sekaligus memperkenalkan aplikasi SiPelangi untuk mempermudah mencari informasi,” imbuh Guntar
Wilayah Kerja Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan terdiri dari empat kabupaten di Pulau Madura yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep meliputi pulau besar Madura dan pulau-pulau kecil yang ada disana.
Guntar berharap, kegiatan semacam ini dapat dilakukan di kabupaten dan kecamatan lain di Pulau Madura, agar masyarakat melek informasi terkait bekerja ke luar negeri dan mengurangi jumlah PMI non prosedural.**(Humas/Ery/Pos Pelayanan BP2MI Pamekasan)