Peluang Besar Menjadi Tenaga Kesehatan di Jepang, BP2MI Gandeng Politeknik Kesehatan Mataram dan STIKES Yarsi
-
Peluang Besar Menjadi Tenaga Kesehatan di Jepang, BP2MI Gandeng Politeknik Kesehatan Mataram dan STIKES Yarsi
Mataram, BP2MI (14/9) - Direktorat Penempatan Pemerintah kawasan Asia Afrika menggelar sosialisasi peluang kerja ke Luar negeri pada sektor kesehatan melalui skema Government to Government (G to G) ke Jepang.
Kegiatan sosialisasi dilakasanakan di dua lokasi sekaligus yaitu Politeknik Kesehatan Mataram dan Stikes Yarsi Mataram. Peserta pada kegiatan sosialisasi peluang kerja keluar negeri pada sektor kesehatan diikuti masing-masing sebanyak 200 orang peserta yang terdiri dari alumni program studi keperawatan dan mahasiswa tingkat akhir serta dosen.
Kegiatan sosialisasi peluang kerja luar negeri skema Government to Government (G to G) ke Jepang disambut baik oleh pihak kampus. Pihak kampus berharap Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang ada di daerah secara terus menerus berkoordinasi dan menyampaikan informasi terkait peluang-peluang kerja ke luar negeri khususnya untuk sektor kesehatan.
Kepala BP3MI NTB, Mangiring hasoloan Sinaga dalam sambutannya mengatakan bahwa Nusa Tenggara Barat merupakan Provinsi dengan Urutan Nomor empat di Indonesia yang mengirim tenaga kerja keluar negeri,
“Dengan negara tujuan terbanyak adalah Malaysia dan Saudi Arabia untuk sektor formal perkebunan kelapa sawit dan domestic worker, untuk saat ini jepang menjadi salah satu Negara yang menjadi tujuan untuk bekerja, melalui program penempatan melalui skema G to G ini diharapkan dapat menarik minat alumni untuk bekerja ke negera tersebut tentunya dengan gaji yang menjanjikan.” tutur Naga.
Naga juga berpesan kepada alumni untuk berhati-hati dalam menerima informasi lowongan kerja ke luar negeri,
“Cek sebelum melakukan pendaftaran agar tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sedang marak” jelasnya.
Senada dengan Naga, Direktur Politeknik kesehatan Mataram, Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan Apreasiasi kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang telah memilih Politeknik Kesehatan Mataram sebagai salahsatu lokasi kegiatan sosialisasi,
“Walaupun kegiatan seperti ini bukan kali pertama namun kegiatan seperti ini selalu ditunggu-tunggu oleh mahasiswa terutama para alumni yang ingin keluar dari zona nyaman/ berkumpul dengan keluarga” jelas Yopi.
Yopi berpesan selagi masih muda harus berani maju, meraih impian bekerja ke Luar negeri selain mendapatkan gaji yang tinggi ilmu yang diperoleh juga dapat diterapkan ketika kembali ke Indonesia.
Ketua Yayasan Stikes Yarsi, Mataram Dr. Zulkahfi pun berpesan kepada alumni agar dapat meraih peluang ini,
“Stkikes Yarsi Mataram akan memasukan bahasa Jepang sebagai salah satu dr kurikulum dan akan menyiapkan kelas International sebagai kelas persiapan yang ingin bekerja ke luar negeri. Kerja ke Jepang selain bisa merubah nasib, siapa tau juga bisa mendapatkan jodoh” ungkapnya. **(Humas/BP3MINTB)