Perluas Instrumen Glorifikasi Informasi Pelindungan PMI, BP3MI Sulteng Luncurkan POJOK ORASI Pekerja Migran Indonesia
Perluas Instrumen Glorifikasi Informasi Pelindungan PMI, BP3MI Sulteng Luncurkan POJOK ORASI PMI
Studio POJOK ORASI PMI, BP3MI Sulawesi Tengah
Palu – KemenP2MI (14/01) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tengah meluncurkan program POJOK ORASI PMI: Podcast Jok – Obrolan Asik Seputar Informasi Pekerja Migran Indonesia sebagai instrumen baru dalam memperluas dan menguatkan penyebarluasan informasi pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Program ini mulai dijalankan melalui proses tapping pada Selasa (13/01/2025) di Kantor BP3MI Sulawesi Tengah dan dijadwalkan tayang perdana pada Januari 2026.
Peluncuran POJOK ORASI PMI merupakan bentuk komitmen BP3MI Sulawesi Tengah dalam memperluas akses informasi layanan serta edukasi publik terkait penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya bagi masyarakat dan Calon Pekerja Migran Indonesia di wilayah Sulawesi Tengah.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menjelaskan bahwa POJOK ORASI PMI dirancang sebagai ruang komunikasi dan edukasi yang menyampaikan berbagai informasi strategis, mulai dari alur penempatan Pekerja Migran Indonesia secara prosedural, pencegahan keberangkatan nonprosedural, hak dan kewajiban Pekerja Migran Indonesia, hingga mekanisme pengaduan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.
“Melalui POJOK ORASI PMI, kami ingin memastikan bahwa informasi pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat tersampaikan secara masif, mudah dipahami, dan berkelanjutan. Ini menjadi instrumen penguatan informasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya bekerja ke luar negeri secara aman dan legal,” ujar Mustaqim.
POJOK ORASI PMI akan dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi langsung di ruang layanan BP3MI, sekaligus dikembangkan melalui platform digital dan kegiatan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak calon Pekerja Migran Indonesia dan keluarga Pekerja Migran Indonesia, serta meminimalkan risiko terjadinya penempatan secara nonprosedural.
Lebih lanjut, Mustaqim menegaskan bahwa kehadiran POJOK ORASI PMI juga menjadi langkah preventif dalam menekan potensi permasalahan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri yang kerap berawal dari kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat terkait prosedur resmi penempatan kerja ke luar negeri.
“Edukasi yang tepat sejak dari hulu adalah kunci utama pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan informasi yang benar dan mudah diakses, masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja ilegal yang berisiko,” tambahnya.
Ke depan, POJOK ORASI PMI tidak hanya menghadirkan narasumber dari internal BP3MI Sulawesi Tengah, tetapi juga melibatkan narasumber dari instansi dan lembaga terkait lainnya.
Melalui peluncuran POJOK ORASI PMI ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap dapat memperkuat literasi migrasi aman, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta mewujudkan pelayanan publik yang informatif, responsif, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia. ***(Humas-BP3MI Sultra)