Friday, 23 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Persiapkan Program SMK Go Global, Wamen Christina Pelajari Praktik Tata Kelola PMO Prakerja

-

00.01 21 January 2026 79

Persiapkan Program SMK Go Global, Wamen Christina Pelajari Praktik Tata Kelola PMO Prakerja, Jakarta, Rabu (21/01/2026)

Jakarta, KemenP2MI (21/01) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, melakukan pertemuan dengan eks personel Project Management Office (PMO) Kartu Prakerja untuk membahas praktik tata kelola yang mungkin diduplikasi dalam program SMK Go Global, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia, Rabu (21/01/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian P2MI, Wamen Christina mengatakan, KemenP2MI ingin mempelajari apa saja yang telah diterapkan PMO Kartu Prakerja, khususnya dalam pengelolaan program pelatihan skala besar.

“PMO Kartu Prakerja telah berjalan beberapa tahun dan memberikan pelatihan kepada belasan juta peserta. Dari situ, kami ingin melihat aspek-aspek apa saja yang bisa diadaptasi dan diimplementasikan dalam pengelolaan program SMK Go Global,” kata Christina.

SMK Go Global merupakan program quick win yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu penempatan 500 ribu pekerja migran ke luar negeri pada tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, 300 ribu akan dipenuhi melalui lulusan SMK lewat inisiatif program SMK Go Global yang akan dikelola oleh Kementerian P2MI.

Sementara 200 ribu lainnya berasal dari masyarakat umum serta siswa SMK yang masih menempuh pendidikan, dengan penyiapan kompetensi secara terarah agar setelah lulus mereka dapat langsung memasuki pasar kerja internasional.

Wamen Christina melanjutkan, diskusi dengan PMO Prakerja ini banyak membahas aspek teknis pelaksanaan program, mulai tata kelola, hingga mekanisme operasional. Ia juga menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi faktor krusial dalam memastikan program berjalan efektif.

“Ketika berbicara tentang proses matching, pengelolaan data, dan pemantauan program, semua itu tidak lagi bisa dilakukan secara manual. Peran teknologi menjadi sangat penting dan tidak terpisahkan,” jelas Christina.

Christina menambahkan, penerapan sistem berbasis teknologi ini nantinya, akan memperkuat pelaksanaan SMK Go Global.

“Utamanya dalam memastikan keterhubungan antara lulusan SMK dengan peluang kerja luar negeri yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan pasar kerja global,” pungkasnya.