Friday, 3 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

SILAHTURAHMI NASIONAL PEKERJA MIGRAN INDONESIA

14.12 15 December 2017 1677

Serang, Banten (15/12/17)--- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI  menyatakan bahwa kegiatan akbar Silahturahmi Nasional Pekerja Migran Indonesia tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi negara atau pemerintah kepada para pekerja migran Indonesia. "Ini merupakan bentuk  apresiasi pemerintah sekaligus memelihara kebersamaan atau silaturahmi antara pekerja migran dan stake holders maupun share holders terkait," tegas Nusron Wahid. 

Menyinggung remitansi sebagai salah satu instrumen  penerimaan negara, dalam sambutannya yang sangat bersemangat dan selalu mendapatkan aplaus dari ribuan peserta silaturahmi, Nusron Wahid  menyampaikan  bahwa jumlah remitansi TKI pada tahun 2016 mencapai USD 10,6 miliar atau Rp152 Triliun. Adapun catatan BNP2TKI yang dirujuk dari Bank Indonesia, jumlah remitansi tahun 2017 sampai dengan Agustus mencapai US$ 5,81 miliar atau setara dengan Rp 77, 577 triliun. Sebagai perbandingan, untuk periode yang sama di tahun 2016, jumlah remitansi sebesar Rp 81,181 triliun. Salah satu faktor potensial penyebab penurunan tersebut adalah jumlah penempatan TKI yang juga menurun seturut ditutupnya penempatan TKI informal ke Timur Tengah. 

“Remintansi dari tenaga kerja Indonesia tahun 2016 mencapai angka hingga USD 10,6 miliar. Tinggal dikali aja satu dolarnya, jadinya sekitar Rp152 triliun,” ungkap Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam acara Silaturahmi Pekerja Migran Indonesia yang diselenggarakan di GOR Maulana Yusuf, Serang, Banten, Kamis (14/12/2017).

Devisa yang setiap tahunnya bertambah itu kata Nusron, disumbang dari 6,2 juta tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri selama tahun 2016.

BNP2TKI sendiri ke depannya akan berupaya mengintegrasikan pusat pelatihan vokasi untuk para pekerja migran Indonesia.

”Setiap komponen biaya pendidikan yang dianggarkan kementerian pendidikan dapat dialokasikan untuk pelatihan para pekerja kerja migran Indonesia,” lanjutnya.

Nusron berharap kementerian pendidikan dan kementerian teknis lainnya, dapat mengalokasikan sepuluh persen anggaran untuk pelatihan bagi para calon pekerja migran Indonesia.

”Para calon pekerja migran Indonesia medapatkan pelatihan dan uji kompetensi yang layak untuk bekerja di luar negeri nantinya,” jelas Nusron Wahid, yang juga melakukan pelepasan simbolis para calon Pekerja Migran Indonesia yang telah selesai mengikuti program  upskilling. 

Adapun Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono, yang menjadi Ketua pelaksana menyatakan  bahwa kegiatan tersebut mendapatkan dukunngan baik dari pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang serta mitra kerja BNP2TKI. "Ini tampak kegembiraan dan antusiasme mantan TKI dan keluarganya serta masyarakat umum  seperti panggung gembira yang menghadirkan artis nasional Rere Raina dan Pelawak kawakan nasional Ginanjar cs," ujar Teguh. 

Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, menyampaikan kepada pers, kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dan beberapa pejabat pemerintah pusat tersebut merupakan sebuah lompatan yang digagas oleh Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid.  "Momentumnya sangat pas sebagai arena untuk secara  langsung mensosialisasikan  re-branding TKI menjadi Pekerja Migran Indonesia atau PMI. Ini bukan sekedar istilah tetapi lebih dari itu sebagai mandat baru dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai hasil amandemen dari Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. Kegiatannya menjadi sangat ramai karena Pak Nusron membuat kuis dengan 6 orang calon PMI maupun purna PMI yang semuanya mendapatkan HP karena mampu menjawab dengan baik," tegas Servulus Bobo Riti. (Humas BNP2TKI)

Selanjutnya

.