Thursday, 12 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

Sinergi Lintas Sektor, BP3MI Sumsel Dorong Peluang Kerja Luar Negeri dalam Rencana Kerja Muba 2027

-

00.03 10 March 2026 58

Sinergi Lintas Sektor, BP3MI Sumsel Dorong Peluang Kerja Luar Negeri dalam Rencana Kerja Muba 2027, (10/03/2026).

Musi Banyuasin, KemenP2MI (10/03) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan menghadiri rapat Forum Perangkat Daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin di Kantor Disnakertrans Muba, Selasa (10/3/2026).

Rapat ini membahas penyusunan Rencana Kerja (Renja) sektor ketenagakerjaan tahun 2027 sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.

Rapat dipimpin Kepala Disnakertrans Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain BP3MI Sumatera Selatan yang diwakili Pengantar Kerja Ahli Muda Hermin Rahayu Pertiwi dan Nopriansyah, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Banyuasin, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Musi Banyuasin, Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin, para ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam forum tersebut, BP3MI Sumsel memaparkan sejumlah program strategis Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah dilaksanakan pada 2025, termasuk pelatihan bahasa dan keterampilan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Sumatera Selatan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja di pasar kerja internasional.

BP3MI juga menyampaikan perkembangan program Kelas Migran yang telah berjalan di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni di SMKN 1 Sekayu dan SMKN 1 Lais. Program ini dirancang untuk membekali siswa pendidikan vokasi dengan kompetensi bahasa asing serta pemahaman tentang peluang kerja di luar negeri sejak dini.

Selain itu, dua desa di Musi Banyuasin telah ditetapkan sebagai Desa Migran Emas, yaitu Desa Ulak Paceh dan Desa Tebing Bulang. Program ini bertujuan memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja di tingkat desa sekaligus meningkatkan perlindungan bagi warga yang bekerja di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Sumsel juga memaparkan peluang pelaksanaan pelatihan bahasa bagi calon pekerja migran yang dapat didukung melalui anggaran APBD. Pelatihan ini diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi bahasa yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan penempatan.

Hasil pembahasan bersama Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin menghasilkan rancangan awal program ketenagakerjaan tahun 2027. Salah satu program utama adalah penyelenggaraan pelatihan vokasi bagi 196 pencari kerja, termasuk pelatihan bahasa bagi calon pekerja migran Indonesia.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan penyelenggaraan job fair atau bursa kerja daring dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 300 orang. Program lain yang menjadi perhatian adalah penguatan pelindungan pekerja migran Indonesia pada tahap pra-penempatan hingga purna-penempatan.

Melalui forum ini, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memperluas kesempatan kerja serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Musi Banyuasin.

BP3MI Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas dan pelindungan pekerja migran melalui integrasi program pelatihan, penempatan kerja, serta penguatan sistem pelindungan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027, **(Humas BP3MI Sumsel).