Thursday, 16 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Sektor Hospitality ke Fiji

-

00.04 15 April 2026 37

Wamen Christina Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Sektor Hospitality ke Fiji, Rabu (15/4/2026)

Jakarta, KP2MI (15/4)– Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia profesional sektor hospitality ke kawasan Pasifik, khususnya di Republik Kepulauan Fiji. 

Wamen Christina juga menyoroti potensi kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata dan hospitality di Fiji, seperti chef, manajer hotel, hingga tenaga terampil lainnya.

“Kita melihat peluang untuk penempatan tenaga kerja profesional di sektor hospitality cukup terbuka. Namun, perlu pemetaan lebih lanjut terkait kebutuhan riil di lapangan, termasuk standar kompetensi dan besaran upah yang ditawarkan,” katanya usai pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Fiji (merangkap Kiribati, Nauru, dan Tuvalu), Dupito Dharma Simamora, Rabu (15/4/2026). 

Selain pemetaan, Pemerintah Indonesia juga mendorong optimalisasi kerja sama yang telah terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) Bidang Pariwisata antara Indonesia dan Fiji yang ditandatangani pada tahun 2023.

Kerja sama itu, lanjut Christina, bisa diperluas melalui program pelatihan, pertukaran informasi, hingga skema on the job training bagi siswa vokasi, khususnya di bidang pariwisata dan hospitality.

“Kami melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama pelatihan dan magang bagi siswa SMK maupun politeknik pariwisata, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja internasional sebelum masuk ke pasar kerja global,” jelasnya. 

Di sisi lain, Wamen Christina juga menyoroti pentingnya penguatan pelindungan bagi awak kapal perikanan (ABK) Indonesia di kawasan Pasifik, mengingat Fiji menjadi salah satu titik persinggahan kapal-kapal perikanan internasional.

“Kami mendorong adanya kerja sama yang lebih kuat, termasuk kemungkinan MoU terkait Pelindungan ABK, mengingat masih adanya potensi kerentanan pekerja akibat proses rekrutmen yang tidak transparan,” ungkap Christina.

Ia berharap, peluang kerja sama dengan Fiji ini menjadi model awal yang nantinya bisa direplikasi di negara-negara Pasifik lainnya.

“Kami berharap penjajakan ini dapat menghasilkan langkah konkret, baik pembukaan akses kerja bagi pekerja migran profesional maupun penguatan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut,” pungkas Christina Aryani. **