Monday, 9 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen P2MI Dzulfikar di UMS: Anak Muda Harus Siap Skill, Bahasa, dan Mental Kerja Global

-

00.03 8 March 2026 23

Wamen P2MI Dzulfikar di UMS: Anak Muda Harus Siap Skill, Bahasa, dan Mental Kerja Global

Solo – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengingatkan generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, termasuk peluang karier di luar negeri.

Hal itu disampaikan Wamen Dzulfikar saat menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar #2 Gema Kampus Ramadan 1447 H di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (5/3). Kegiatan tersebut mengusung tema “Muda Berdaya Menuju Kemakmuran Bangsa” dan dihadiri ribuan mahasiswa.

Menurut Dzulfikar, generasi muda harus memiliki tiga kemampuan utama agar mampu bersaing di dunia kerja global.

“Yang paling utama adalah kompetensi atau skill yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujar Dzulfikar.

Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi anak muda yang ingin memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.

“Kalau kita ingin mengisi ruang-ruang karier di luar negeri, maka kemampuan bahasa harus memadai,” jelasnya.

Dzulfikar juga menyoroti pentingnya soft skill, seperti kemampuan beradaptasi dengan budaya baru, berkomunikasi dengan masyarakat setempat, serta menjunjung tinggi nilai integritas di lingkungan kerja.
Ia pun berpesan agar mahasiswa tidak berhenti belajar demi meningkatkan daya saing.

“Jangan lelah untuk belajar, karena belajar yang akan membuka pintu-pintu masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UMS Prof Harun Joko Prayitno dalam sambutannya mengajak mahasiswa menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual.

Menurutnya, Ramadan tidak hanya tentang memperbanyak ibadah secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah dan kejernihan berpikir.

“Ramadan kita jadikan momentum pembersih pikiran agar jernih dalam menuntut ilmu, sekaligus pensuci hati dan ikhtiar mengikhlaskan setiap amal ibadah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu mahasiswa UMS, Alfin Syaili Putra dari Program Studi Teknik Kimia, mendapatkan kesempatan mengikuti program kursus bahasa Jerman setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Mahasiswa asal Jambi berusia 22 tahun itu mengaku awalnya hanya datang untuk mengikuti kegiatan tabligh akbar sebagai bagian dari perkuliahan. Namun, ia tidak menyangka mendapat peluang untuk mengembangkan diri hingga ke luar negeri.

“Awalnya saya hanya datang untuk mengikuti tabligh akbar saja.
Setelah mendengar materi dari Pak Wakil Menteri, ternyata banyak kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk berkarya di luar negeri. Alhamdulillah saya ditawari kesempatan kursus bahasa Jerman,” katanya.

Alfin mengaku telah mempelajari bahasa Jerman sejak 2023. Meski sempat berhenti mengikuti kursus formal, ia tetap melanjutkan belajar secara mandiri melalui berbagai platform.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan karier sesuai bidang studinya di Jerman.

“Harapannya bisa meningkatkan kemampuan bahasa Jerman, dan kalau ada peluang kerja di sana sebagai teknik kimia tentu menjadi kesempatan besar bagi saya,” ujarnya.