Monday, 19 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Ditjen Penempatan Gelar Evaluasi Pelaksanaan Kinerja dan Anggaran Tahun 2025

-

00.12 22 December 2025 399

Ditjen Penempatan Gelar Evaluasi Pelaksanaan Kinerja dan Anggaran Tahun 2025

CIANJUR – Sebelum menutup akhir tahun 2025, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Kinerja dan Anggara Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat sampai dengan Minggu, (19-21/12/2025).

Acara ini dibuka Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas. Prosesi pembukaan kegiatan diawali dengan doa yang juga khusus mendoakan warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat yang terkena bencana alam agar mendapat perlindungan Allah SWT. Diselamatkan dari ancaman banjir dan tanah longsor.

Selanjutnya, Sekretaris Direktur Jenderal Penempatan, Mocharom Ashadi, dalam laporan panitia menyampaikan pentingnya evaluasi capaian kinerja dan anggaran dilakukan Direktorat Jenderal Penempatan KemenP2MI. Kegiatan ini akan menghasilkan keberhasilanm kendala, dan rekomendasi. 

“Evaluasi capaian kinerja dan anggaran menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan program tidak hanya sesuai perencanaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan penempatan pmi. Melalui evaluasi ini, dapat diidentifikasi tingkat keberhasilan pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi perbaikan untuk peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan di periode berikutnya,’’ kata Mucharom.

Sementara itu, Dirjen Ahnas dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui forum tersebut, pihaknya juga melakukan penilaian terhadap efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran, termasuk kesesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPA dan RKA.

‘’Kita juga menargetkan tersusunnya Dokumen Laporan Evaluasi Pelaksanaan Kinerja dan Anggaran Tahun 2025, didukung dengan rekapitulasi data capaian indikator kinerja per program dan kegiatan, serta bahan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan perencanaan dan anggaran Tahun 2026, termasuk penajaman target kinerja dan kebutuhan anggaran,’’ tutur Ahnas.

Tambah Ahnas, berharap agar evaluasi ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, peningkatan akuntabilitas kinerja organisasi yang tercermin dalam perbaikan nilai SAKIP atau penilaian kinerja internal lainnya, serta peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program.

‘’Akhir kata, saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan evaluasi ini secara aktif, terbuka, dan konstruktif, demi terwujudnya kinerja Direktorat Jenderal Penempatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi pelindungan pekerja migran Indonesia,’’ kata Ahnas menutup. 

Kegiatan pembukaan ini dihadiri Sesdirjen Penempatan, Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama, Triyono,  Direktur Kelembagaan Penempatan, Yusuf Setiawan,  Direktur Penempatan Pemerintah,  Dyah Rejekiningrum,  Direktur Penempatan Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran, Yayan Hernuryadin, dan Penempatan Non-pemerintah Pada Pemberi Kerja Perseorangan, Farid Ma’ruf.

Yang hadir sebagai Narasumber Rina Komaria, Kepala Sub Ditektorat Asia Tenggara, Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri RI, membawakan materi dengan judul ‘’Diplomasi Pelindungan WNI: Tantangan dan Solusi’’. Hari Wisudo, Analis Keuangan Negara Ahli Muda, Direktorat Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan RI, menyampaikan materi ‘’Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) Direktorat Jenderal Penempatan KemenP2MI TA 2025’’.

Verbrianto, dari Direktorat Jenderal Imigrasi membawakan materi ‘’Aksesibilitas dan Upaya Perlindungan Bagi PMI Dalam Pemberian Layanan Paspor Biasa Republik Indonesia’’. Kepala Biro MKKS dari KemenP2MI juga memaparkan materi terkait ‘’Rencana Strategis KemenP2MI Tahun Anggaran 2025-2029’’. Dan sejumlah pemateri lainnya. Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti 160 orang peserta.*