BP3MI NTT dan GIZ Jerman Gelar Workshop Peluang Kerja dan Pendidikan Vokasi di Jerman
-
BP3MI NTT bersama GIZ Jerman menggelar Workshop Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema FEG dan Ausbildung Jerman di Hotel Harper Ku
Kupang, KP2MI (9/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman menyelenggarakan Workshop Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema FEG dan Ausbildung Jerman di Hotel Harper Kupang, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses informasi dan peluang kerja formal bagi masyarakat NTT di Jerman, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penempatan Pekerja Migran Indonesia asal NTT pada sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan dan kompetensi khusus.
Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi kualitas penempatan Pekerja Migran Indonesia asal NTT melalui peningkatan penempatan pada sektor formal yang membutuhkan keterampilan dan kompetensi tertentu.
“Pekerja Migran Indonesia asal NTT harus naik kelas dengan memanfaatkan peluang kerja formal yang tersedia di berbagai negara tujuan, termasuk Jerman dan negara-negara Eropa lainnya. Peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas penempatan sekaligus kesejahteraan masyarakat NTT,” ujarnya.
Workshop dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan kabupaten/kota, perguruan tinggi, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Kupang, lembaga pelatihan kerja (LPK/BLK), perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), PD Flobamor, serta instansi dan lembaga terkait lainnya.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari GIZ menjelaskan mengenai kebijakan Fachkräfteeinwanderungsgesetz (FEG) atau Undang-Undang Imigrasi Tenaga Kerja Terampil Jerman. Kebijakan tersebut memberikan peluang yang lebih luas bagi tenaga kerja asing yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja di Jerman.
Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai program Ausbildung, yaitu program pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan praktik kerja langsung di perusahaan. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh keterampilan kerja, pengalaman profesional, serta sertifikasi yang diakui di Jerman.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait peluang pendidikan dan kerja di Jerman, persyaratan bahasa, pembiayaan program, pengakuan kompetensi, hingga prospek kerja setelah menyelesaikan program Ausbildung.
Kegiatan berlangsung lancar dan menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peluang kerja formal dan pendidikan vokasi di Jerman. Selain itu, workshop ini juga memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung penyiapan tenaga kerja terampil asal Nusa Tenggara Timur yang siap bersaing di pasar kerja internasional.