Sunday, 5 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Fantastis, 120.284 Pekerja Migran Indonesia Telah Diberangkatkan

-

00.06 12 June 2023 967

Fantastis, 120.284 Pekerja Migran Indonesia Telah Diberangkatkan

Jakarta, BP2MI (12/6) – Perlakuan hormat negara kepada para Pekerja Migran Indonesia yang disebut sebagai pahlawan devisa terus disertai dengan dibangunnya fasilitas dan regulasi yang berpihak. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Senin, (12/6/2023).

‘’Negara terus hadir memberi pelindungan menyeluruh kepada Pekerja Migran Indonesia. Kehadiran negara juga ditandai dengan pembangunan delapam fasilitas VVIP bagi Pekerja Migran Indonesia. Kemudian, dibuatkannya regulasi yang pro pada Pekerja Migran Indonesia, dan keberpihakan lainnya. Ini bentuk komitmen negara,’’ ujar Benny dalam pelepasan 215 Pekerja Migran Indonesia program G to G ke Korea Selatan, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Benny memaparkan sejumlah data adanya pergerakan perubahan yang signifikan di dunia penempatan Pekerja Migran Indonesia di era kepemimpinannya. 

‘’Hingga hari ini penempatan Pekerja Migran Indonesia untuk seluruh skema berjumlah 120.284, terhitung dari tahun 2021, 2022, dan 2023. Khusus program G to G di tahun 2023, tercatat mencapai 6.222 orang. Angka yang perbedaannya signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat Covid-19, di tahun 2022 BP2MI masih berhasil menempatkan 200.761 orang Pekerja Migran Indonesia di sejumlah negara,’’ kata Benny.

Perubahan dirasakan pula dengan orientasi pra pemberangkatan (OPP) dan karantina bagi calon Pekerja Migran Indonesia sebelum mereka berangkat ke luar negeri dan dalam hal tata kelola penempatan juga terjadi.

‘’Khusus skema G to G juga mengalami perubahan dan kemajuan. Ada terobosan berupa dibebaskannya biaya, alias digratiskannya pelaksanaan OPP. Bagi mereka calon Pekerja Migran Indonesia yang ikut program G to G tidak dipungut biaya bila mengikuti OPP. Begitu pula biaya menginap gratis di hotel berbintang sebelum Pekerja Migran Indonesia diberangkatkan ke negara penempatan. Seluruh biayanya ditanggung negara, hingga diantar ke bandara,’’ tutur Benny dalam sambutannya.

Pada pelepasan Pekerja Migran Indonesia gelombang ke-22 ini, Benny menyebut BP2MI juga tidak sedikit mendapat cibiran dan perlawanan, sebagai wujud dari reaksi para sindikat penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia yang mengencangkan praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Benny menyadari hal itu sebagai suatu konsekuensi logis dari perubahan yang dilakukannya.

‘’Untuk diketahui, sekarang sudah ada arus balik. Para mafia dan sindikat membangun isu yang bermacam-macam, karena bentuk dari tindakan BP2MI bersama Satgas TPPO atas perintah Presiden Jokowi untuk memberantas mafia penempatan. Alhasil, ada juga isu bahwa BP2MI menutup, atau tidak memberangkatkan lagi Pekerja Migran Indonesia. Ini adalah bohong besar,’’ ujar Benny tegas.

Dalam upaya memerangi sindikat penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia, kata Benny, pihaknya terus menggalang kekuatan. Apalagi Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk dilakukannya restrukturisasi Satgas TPPO dan gerak cepat yang layaknya dilakukan Satgas TPPO dalam memerangi sindikat.

‘’Setelah rapat bersama Presiden Jokowi, pada 30 Mei 2023, pergerakan di lapangan mengalami perkembangan. Kapolri telah memerintahkan seluruh Kapolda untuk giat dan gerak cepat melakukan penanganan TPPO. Apalagi saat ini TPPO mendapat atensi dari Presiden. Sekarang seluruh Polda di Indonesia mengaktifkan kembali Satgas TPPO, para bandar akan ditindak akan dengan mudah kita lumpuhkan. Mafia dan sindikat pelaku penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia akan dikepung dari daerah-daerah,’’ tutur Benny.

Kepala BP2MI juga menyampaikan terima kasih kepada Stafsus Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo yang hadir dalam acara ini. Yustinus juga memberi sambutan motivasi dan menyampaikan hormat serta apresiasi kepada BP2MI di bawah kepemimpinan Benny Rhamdani.

‘’Baru pertama kali saya menghadiri acara ini. Luar biasa, saya diberi pencerahan dan pengetahuan dan fakta-fakta tentang Pekerja Migran Indonesia yang diperlakukan hormat. Walau dengan anggaran yang terbatas, BP2MI telah melakukan berbagai terobosan. Saya akan melaporkan ini ke Ibu Menteri Keuangan. Dan harus ada perhatian khusus untuk BP2MI. Pekerja Migran Indonesia sebagai kawah candradimuka kita berharap dapat melahirkan interpreneur baru di masa mendatang,’’ kata Yustinus. ** (Humas)