Thursday, 9 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Komisi IX DPR-RI Kunker ke Kupang, NTT

-

00.12 18 December 2019 2232

Komisi IX DPR-RI Kunker ke Kupang, NTT

Kupang, BNP2TKI (18/12/19) -- Sejumlah 15 anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja (kunker) selama dua hari, 18-19 Desember 2019, ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rabu siang, para anggota Dewan dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Kepala BP3TKI Kupang Siwa, serta para Kepala Dinas yang berkaitan dengan lingkup kerja Komisi IX yakni Nakertrans, Kesehatan, Kepala Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) dan Kepala Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). Turut mendampingi anggota dewan, Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI, Yana Anusasana dan Kepala Bagian Perancangan Peraturan Perundangan Biro Hukum Humas, Hadi Wahyuningrum.

 

Pada hari kedua, para anggota Dewan dijadwalkan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah W.Z Johannes dan Balai Latihan Kerja (BLK), keduanya berlokasi di Kupang. Seusai kunjungan, rombongan anggota Dewan dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Emmanuel Melkiades Laka Lena, yang berasal dari partai Golkar Daerah Pemilihan NTT II kembali ke Jakarta, Kamis siang.

 

Dalam penjelasannya yang disampaikan melalui surat ke BNP2TKI, Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan serta pengawasan obat dan makanan, mengharapkan mendapatkan masukan secara langsung, baik dari Pemerintah Daerah, mitra kerja maupun masyarakat umum tentang realisasi program dan anggaran yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat/APBN dan juga untuk memonitor pelaksanaan Program-program Instansi/Badan mitra kerja Komisi IX DPR RI di daerah tujuan kunjungan kerja.

 

Selain itu, kunjungan kerja juga bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait proses legislasi dan perumusan kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan bidang tugas Komisi IX DPR RI. Hasil kunjungan kerja akan menjadi bahan pembahasan dengan kementerian terkait dan mitra kerja lainnya.

 

Menurut data Siskotkln BNP2TKI, jumlah pekerja migran asal NTT pada 2017 berjumlah, 1.739 orang, tahun berikutnya 1.603 dan pada tahun 2019 mencapai 553 orang. Bila diihat per sektor, pada 2017 sebanyak 377 pekerja bekerja di sektor formal dan 1.362 di sektor informal. Tahun berikutnya, 407 orang di sektor formal dan 1.206 sektor informal. Adapun tahun 2019, 33 orang bekerja di sektor formal dan 520 lagi di sektor informal.

 

Para pekerja migran yang umumnya wanita itu bekerja di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei Darussalam, Gabon, Oman, Timor Leste. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya tercatat bekerja di Bahrain, Oman, Uzbekistan, Uni Emirat Arab dan lain-lain. ***(Humas/DH).