Thursday, 26 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

60 Lulusan SMK Dilepas ke Malaysia Lewat Program SMK Go Global, Kerja di Sektor Manufaktur

-

00.02 25 February 2026 106

60 Lulusan SMK Dilepas ke Malaysia Lewat Program SMK Go Global, Kerja di Sektor Manufaktur, Jakarta Timur (24/2/2026)

Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melepas sebanyak  60 Pekerja Migran Indonesia lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Malaysia melalui Program SMK Go Global. Pelepasan orientasi keberangkatan digelar di Balai Pelindungan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan, mengatakan program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam membuka akses kerja formal bagi lulusan vokasi.

“Hari ini kita melakukan pelepasan orientasi peserta Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Ini bagian dari Program SMK Go Global, di mana lulusan SMK memiliki pilihan bekerja di dalam negeri atau ke luar negeri dengan seluruh persiapan kompetensi dan kualifikasi, baik keterampilan teknis maupun bahasa,” ujar Dwi.

Sebanyak 60 peserta tersebut akan bekerja di sektor manufaktur di Malaysia. Penempatan di sektor formal dinilai memberikan jaminan pelindungan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja.

“Karena yang diberangkatkan berasal dari sektor formal, tentu aspek pelindungannya lebih baik dan kesejahteraannya juga lebih terjamin,” tambahnya.

Dwi menegaskan, ke depan kurikulum dan proses pembelajaran di SMK perlu terus diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja global. Selain Malaysia, sejumlah negara seperti Jepang, Korea, Jerman, dan Austria juga menjadi tujuan prioritas penempatan tenaga kerja terampil Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Budhi Hidayat Laksana, mengingatkan para peserta untuk memahami aturan dan kontrak kerja sebelum berangkat.

“Penting bagi seluruh Pekerja Migran untuk memahami peraturan dan kontrak kerja yang berlaku. Negara selalu hadir untuk melindungi warga negaranya. Jika mengalami permasalahan di luar negeri, segera melapor ke KJRI setempat,” tegasnya.

Kepala BP3MI Jakarta, Arman Muiz, turut berpesan agar para peserta menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.

“Negara akan selalu hadir kapan pun dan di mana pun teman-teman berada. Maka tolong jaga marwah Negara Indonesia,” ujarnya.

Program SMK Go Global merupakan kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem vokasi yang terintegrasi. Pemerintah berharap program ini tak hanya meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.*