Sunday, 17 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Jawa Tengah Gelar Preliminary Calon Pekerja Migran Indonesia Program G to G Korea Selatan

-

00.05 6 May 2025 1323

BP3MI Jawa Tengah Gelar Preliminary Calon Pekerja Migran Indonesia Program G to G Korea Selatan

Surakarta, KemenP2MI (6/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan preliminary bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan melalui skema Government to Government (G to G) di tiga lokasi di Surakarta, Selasa (6/5/2025) hingga Minggu (11/5/2025). Kegiatan preliminary gelombang 1, 2, dan 3 ini diikuti 353 peserta dan terdiri dari CPMI sektor perikanan (fishing), manufaktur (manufacture), dan jasa (service).

Para peserta preliminary ditempatkan di Hotel Grand Orchid sebanyak 101 orang, Hotel Lampion sebanyak 101 orang, dan sebanyak 151 orang di Hotel Baron Indah.

Kegiatan ini merupakan tahap akhir sebelum pemberangkatan CPMI program G to G ke Korea Selatan sebagai bentuk pembekalan yang menyiapkan para Pekerja Migran Indonesia agar siap secara mental, fisik, maupun dokumen yang dipersyaratkan.

Kepala BP3MI Jawa Tengah, Pujiono,m enyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh CPMI yang akan berangkat ke Korea Selatan telah memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja di Korea Selatan.

“Sebagaimana diketahui bahwa Korea Selatan terkenal disiplin, kompetitif, dan budaya yang berbeda dengan budaya Indonesia. Karena itu para CPMI harus dapat beradaptasi dengan adat dan istiadat setempat baik di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama masing-masing dan budaya Indonesia. Preliminary ini memberikan pelatihan kepada CPMI yang merupakan bagian dari upaya pelindungan terhadap Warga Negara Indonesia yang akan bekerja di Korea Selatan dengan aman dan bermartabat,” jelas Pujiono.

Dalam kegiatan tersebut para peserta menjalani berbagai aktivitas, seperti pematangan Bahasa Korea Selatan, pembinaan kedisiplinan, serta menerima berbagai materi pendukung seperti penguatan nilai-nilai Pancasila, literasi keuangan, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bahaya narkotika, serta pembinaan mental kepribadian. ** (Humas/BP3MI Jawa Tengah)