Tuesday, 12 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

KP2MI Bersama GIZ Indonesia dan LAKPESDAM PBNU Gelar Lokakarya Multi Stakeholder Forum di Lampung, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari Level Desa

-

00.05 12 May 2026 29

KP2MI Bersama GIZ Indonesia dan LAKPESDAM PBNU Gelar Lokakarya Multi Stakeholder Forum di Lampung, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari L

Metro, KP2MI (12/5) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) berkolaborasi dengan GIZ Indonesia dan LAKPESDAM PBNU menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Multi Stakeholder Forum di Hotel Aidia Grande Metro, Lampung, Senin (12/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sistem pelindungan Pekerja Migran Indonesia sejak dari level desa sebagai lini terdepan dalam tata kelola migrasi aman.

Lokakarya diikuti oleh berbagai unsur strategis di bidang penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di wilayah Lampung Timur, di antaranya perangkat daerah yang membidangi ketenagakerjaan, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, organisasi masyarakat sipil, serta desa-desa yang telah ditetapkan sebagai lokus Desa Migran Emas. ** (Humas/BP3MI Lampung)

Dalam sambutannya, Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif KP2MI, Sukarman, menegaskan pentingnya membangun pemahaman bersama antar pemangku kepentingan terkait kebijakan, praktik baik, dan pengalaman pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah berjalan di tingkat lokal.

“Kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi hambatan koordinasi dan area tumpang tindih sehingga dapat dimitigasi bersama melalui penguatan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dari pendekatan reaktif di hilir menuju langkah preventif sejak dari desa.

“Selama ini penanganan sering kali bersifat reaktif di lokasi keberangkatan. Kini pemerintah fokus pada langkah preventif dari hulu, yaitu desa. Kami mendorong pembentukan berbagai komunitas di Desa Migran Emas, termasuk komunitas wirausaha, karena ke depan program prioritas KP2MI akan difokuskan pada lokus Desa Migran Emas dengan 10 pilar utama, salah satunya pembentukan rumah wirausaha dan pengembangan usaha produktif bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya,” tegas Sukarman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3MI Lampung, Mulia Nugraha, berharap kegiatan Multi Stakeholder Forum ini dapat menghasilkan langkah strategis yang konkret dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kami berharap lahir rumusan strategi yang konkret, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi fondasi kelembagaan multi stakeholder di Lampung Timur yang mampu menjalankan fungsi koordinasi secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kolaboratif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam diskusi tersebut dilakukan penyusunan rencana aksi, pemetaan kendala layanan, evaluasi program, serta penetapan langkah strategis yang difasilitasi oleh Tim Pusat LAKPESDAM PBNU.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Desa Migran Emas yang edukatif, maju, aman, dan sejahtera.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelindungan Pekerja Migran Indonesia sejak dari level desa di Provinsi Lampung, sejalan dengan Gerakan Nasional Migran Aman yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan sinergi program dalam tata kelola migrasi yang aman dan berkelanjutan.