BP3MI NTT Jajaki Kolaborasi dengan Bank NTT untuk Akses KUR bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
-
BP3MI NTT Jajaki Kolaborasi dengan Bank NTT untuk Akses KUR bagi Calon Pekerja Migran Indonesia, Kamis (19/2/2026).
Kupang, KemenP2MI (23/2) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indinesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan koordinasi bersama Bank NTT guna membahas peluang kolaborasi dalam pemberian layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), khususnya yang akan berangkat melalui skema mandiri di Sombra Caffe, Kupang, pada Kamis (19/2/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Divisi KUR Bank NTT, John Tapuy dan dari pihak BP3MI NTT hadir Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida.
Dalam kesempatan ini, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida menyampaikan gambaran umum terkait peluang kerja sama dengan Bank NTT dalam mendukung pembiayaan bagi CPMI. Salah satu poin utama yang dibahas adalah kebutuhan dana talangan bagi CPMI dengan skema penempatan mandiri, agar dapat dirumuskan mekanisme dan teknis akses pembiayaan yang tepat dan mudah dijangkau.
“Kami menyambut baik komitmen Bank NTT untuk membuka akses pembiayaan bagi CPMI. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memberikan dukungan nyata, khususnya bagi CPMI mandiri yang membutuhkan dana talangan agar dapat berangkat secara prosedural dan aman. BP3MI NTT siap mendukung dari sisi data, verifikasi, hingga sosialisasi kepada para CPMI dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di NTT.” ujar Suratmi.
“Kami merasa terbantu dengan adanya koordinasi bersama BP3MI NTT ini. Informasi yang disampaikan sangat penting bagi kami dalam menyusun mekanisme KUR yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan CPMI, khususnya yang berangkat melalui skema mandiri.” ungkap John.
Pihak Bank NTT menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terkait penyaluran KUR bagi Pekerja Migran Indonesia. Bank NTT juga akan mencoba menyusun mekanisme KUR yang dapat diakses oleh CPMI mandiri dan akan mendiskusikannya lebih lanjut dengan Direktur Jenderal di KP2MI guna memastikan kesesuaian regulasi dan kebijakan.
Segala informasi terkait skema dan mekanisme KUR bagi CPMI akan dikomunikasikan kepada BP3MI NTT setelah terdapat kejelasan teknis. Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan pertemuan lanjutan setelah terdapat perkembangan dalam penyusunan mekanisme KUR bagi Pekerja Migran Indonesia, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran asal NTT. Selanjutnya, akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi kepada CPMI dan P3MI. **(Humas/BP3MI NTT).