Tuesday, 10 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

Dorong Penguatan Kolaborasi dan Regulasi Pelindungan Pekerja Migran, BP3MI NTT dan DPRD Prov. NTT Adakan Pertemuan

-

00.02 9 February 2026 43

Dorong Penguatan Kolaborasi dan Regulasi Pelindungan Pekerja Migran, BP3MI NTT dan DPRD Prov. NTT Adakan Pertemuan

Kupang, KemenP2MI (9/2) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima kunjungan dari Komisi V DPRD Provinsi NTT di Ruang Rapat Lt.2 Gedung BP3MI NTT, pada Jumat (6/2/2026).

Pertemuan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pendalaman informasi terkait dinamika Pekerja Migran Indonesia asal NTT dan peran strategis BP3MI NTT dalam memberikan pelayanan serta pelindungan kepada masyarakat.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Muhamad Supriyadin Pua Rake, didampingi oleh tim. 

“Kami ingin mengetahui secara langsung perkembangan pekerja migran asal NTT, termasuk permasalahan yang dihadapi dan bagaimana peran BP3MI NTT dalam memberikan pelayanan serta pelindungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi pekerja migran di Prov. NTT. Paparan meliputi aspek regulasi, data dan informasi penempatan terbaru, penanganan kasus Pekerja Migran Indonesia, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada pekerja migran dan calon pekerja migran.

“NTT merupakan salah satu daerah dengan potensi pekerja migran yang besar. Namun di sisi lain, kompleksitas persoalan yang dihadapi juga cukup tinggi, mulai dari penempatan non-prosedural, kasus Pekerja Migran Indonesia, hingga keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap migrasi yang aman,” jelas Kepala BP3MI NTT.

Komisi V DPRD Provinsi NTT mengapresiasi informasi yang disampaikan dan menyatakan sangat terbantu dalam memahami kompleksitas penanganan pekerja migran di NTT.

“Informasi yang kami terima hari ini sangat membuka wawasan kami terkait kompleksitas persoalan pekerja migran. Ini menjadi bahan penting bagi kami dalam merumuskan kebijakan ke depan,” ungkap Muhamad Sipriyadin Pua Rake.

Dalam kesempatan tersebut, BP3MI NTT juga berharap agar ke depan Pemerintah Daerah Provinsi NTT dapat memberikan perhatian khusus dan ikut berperan aktif dalam pengelolaan potensi pekerja migran.

Sebagai tindak lanjut, Komisi V DPRD Provinsi NTT berencana mengundang BP3MI NTT dalam rapat bersama seluruh anggota DPRD Provinsi NTT untuk memaparkan gambaran umum pekerja migran di NTT. 

Komisi V juga berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi nyata dan berkelanjutan dengan BP3MI NTT dalam upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia asal NTT. **(Humas/BP3MI NTT)