Tuesday, 21 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI NTT Terima Kunjungan Imigrasi Labuan Bajo, Perkuat Sinergi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

-

00.04 20 April 2026 20

BP3MI NTT Terima Kunjungan Imigrasi Labuan Bajo, Perkuat Sinergi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Kupang, KemenP2MI (20/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo. Pertemuan yang diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya di wilayah NTT ini dilaksanakan pada (16/4/26) di ruangan rapat Lt.2 Gedung BP3MI NTT.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai hal teknis terkait mekanisme pelindungan Pekerja Migran Indonesia, mulai dari proses pendaftaran calon pekerja migran melalui sistem Siskop2mi hingga penerbitan ID Calon Pekerja Migran Indonesia . Proses ini dinilai penting sebagai tahapan awal sebelum dilanjutkan ke pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor di kantor Imigrasi.

“Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan penempatan Pekerja Migran Indonesia berjalan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan bahwa sejak awal, calon Pekerja Migran Indonesia sudah terdata dengan baik dan terlindungi,” ujar Muhammad Geo, Mewakili Kepala BP3MI NTT.

Koordinasi ini juga menekankan pentingnya integrasi sistem dan alur pelayanan antarinstansi agar proses penempatan Pekerja Migran Indonesia dapat berjalan lebih tertib, aman, dan sesuai prosedur yang berlaku. Dengan adanya keselarasan mekanisme tersebut, diharapkan potensi penempatan non-prosedural dapat diminimalisir.

Sementara itu, pihak Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui pelayanan keimigrasian yang profesional dan terintegrasi.

Selain itu, kedua instansi sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Fokus utama adalah memberikan edukasi terkait migrasi aman, khususnya di desa-desa binaan Imigrasi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengikuti prosedur resmi sebelum bekerja ke luar negeri.

Silaturahmi ini sekaligus mempererat komitmen kedua instansi dalam membangun kerja sama berkelanjutan. “Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat menjadi kunci sukses pelindungan Pekerja Migran Indonesia di NTT,” Muhammad Geo.** (Humas/BP3MI NTT).