Wednesday, 4 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulteng Perkuat Sinergi Pelatihan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang

-

00.01 26 January 2026 114

BP3MI Sulteng Perkuat Sinergi Pelatihan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang, (26/01/2026)

Palu, KemenP2MI (26/01) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menerima kunjungan koordinasi dari Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Shin Innovation Japan, Senin (26/01/2026), di Kantor BP3MI Sulawesi Tengah.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pelatihan vokasi serta memastikan penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang berjalan secara prosedural, legal, aman, dan berkelanjutan. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Satpel PVP Palu, Afriani, dan Kepala LPK Shin Innovation Japan, Alimin.

Koordinasi ini difokuskan pada upaya penyelarasan kompetensi calon PMI dengan kebutuhan pasar kerja Jepang, sekaligus penguatan mekanisme penempatan yang sesuai dengan regulasi. Dengan kolaborasi ini, diharapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan menyeluruh sebelum bekerja di luar negeri.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung penyiapan sumber daya manusia yang unggul dan terlindungi.

“BP3MI Sulawesi Tengah menyambut baik kunjungan koordinasi ini sebagai wujud sinergi antarlembaga dalam menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten, profesional, dan siap kerja. Kami berharap kerja sama ini dapat memastikan penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang berjalan secara prosedural serta memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia asal Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpel PVP Palu, Afriani, menekankan pentingnya penyesuaian program pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa calon pekerja migran asal Sulawesi Tengah memperoleh pelatihan yang tepat, terstandar, dan sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. Lulusan pelatihan vokasi diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya kerja agar mampu bersaing dan bekerja secara profesional,” jelasnya.

Di sisi lain, Alimin, selaku perwakilan LPK Shin Innovation Japan, menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah terkait penempatan PMI ke Jepang.

“LPK Shin Innovation Japan berkomitmen mendukung BP3MI dan Satpel PVP Palu dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan teknis, etos kerja, dan pemahaman budaya kerja Jepang. Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat membuka peluang kerja yang legal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Melalui kunjungan koordinasi ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap kolaborasi antara lembaga pelatihan vokasi dan LPK terus diperkuat guna mencetak Pekerja Migran Indonesia yang berdaya saing global serta terlindungi sejak pra-penempatan hingga purna-penempatan, **(Humas/BP3MI Sulteng).