Friday, 6 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sumatera Utara Edukasi dan Bimbing Siswa SMK Raksana 2 Medan Tentang Peluang Kerja Aman dan Prosedural

-

00.02 5 February 2026 37

BP3MI Sumatera Utara Edukasi dan Bimbing Siswa SMK Raksana 2 Medan Tentang Peluang Kerja Aman dan Prosedural, (02/02/2026).

Medan, KemenP2MI (02/02) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara memberikan edukasi serta bimbingan bagi pencari kerja di SMK Swasta 2 Raksana Medan, Selasa (2/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan bagi Pencari Kerja yang diselenggarakan atas undangan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di lingkungan SMKS Raksana 2 Medan dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Ricky Fernando Gultom.

Dalam sambutannya Ricky, menekankan pentingnya perencanaan karier sejak dini, pemahaman dunia kerja, serta peluang kerja luar negeri yang aman dan legal, khususnya melalui skema penempatan pekerja migran Indonesia.

“Saya berharap siswa kelas XII dapat memahami peluang dan prosedur bekerja ke luar negeri serta mempersiapkan diri dengan baik setelah lulus, sehingga mampu bekerja secara aman dan sesuai ketentuan,” ujar Ricky.

Sebagai narasumber, Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Sumatera Utara, Mianhot Juandi Pandiangan, menyampaikan materi seputar penempatan pekerja migran Indonesia, dan peluang kerja luar negeri.

Materi yang disampaikan meliputi prosedur penempatan pekerja migra Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan, persyaratan administrasi dan kompetensi, hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia, serta pentingnya bekerja melalui jalur resmi guna memperoleh pelindungan negara.

Lebih lanjut juga menjelaskan peran pemerintah dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia, sejak tahap pra-penempatan, masa penempatan, hingga purna penempatan.

“Jika siswa tertarik bekerja ke luar negeri setelah lulus sekolah, hendaknya melalui skema yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Mianhot.

Lebih lanjut, Mianhot berharap kegiatan penyuluhan dan bimbingan jabatan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dunia kerja serta meningkatkan kesadaran siswa untuk menghindari penempatan kerja nonprosedural. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menentukan pilihan karier secara bijak, realistis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Melalui edukasi ini, semoga siswa semakin antusias dan siap mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri secara prosedural,” pungkasnya, **(Humas/BP3MI Sumatera Utara).