Wednesday, 4 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

Paradigma Baru Tata Kelola Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Luncurkan Migrant Center UI dan Gandeng Dua Walikota

-

00.02 3 February 2026 135

Paradigma Baru Tata Kelola Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Luncurkan Migrant Center UI dan Gandeng Dua Walikota, Senin, (2/2/2026)

Jakarta, KemenP2MI (03/02) - Bertempat di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (2/2//2026), Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, menandai babak baru dalam sejarah perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Di sela-sela perayaan Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-76, Menteri Mukhtarudin meresmikan peluncuran Migrant Center UI sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) empat pihak yang strategis.

Sinergi besar ini melibatkan Kementerian P2MI, Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok, dan Pemerintah Kota Sukabumi. Kerja sama ini dirancang untuk membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Ekosistem Hulu ke Hilir

Dalam sambutannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan dari paradigma baru tata kelola pekerja migran. Fokus utamanya adalah transformasi dari tidak sekadar hanya menempatkan pekerja migran domestik (lower skill) tetapi juga pekerja migran indonesia yang midle - hight skill yang terlindungi secara menyeluruh.

"Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan Pemerintah Kota Depok serta Sukabumi sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran berangkat memiliki kompetensi dan pulang dengan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Mukhtarudin.

Adapun poin-poin strategis kemitraan tersebut yakni menjadi pusat inovasi, riset, dan pusat pelatihan yang menjembatani standar akademik dengan kebutuhan industri global, menjamin bahwa pekerja migran Indonesia memiliki sertifikasi dan keahlian yang diakui dunia internasional.

Mandat Presiden: Fokus pada Skill Workers

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa kehadiran Migrant Center di kampus merupakan bukti nyata partisipasi aktif dunia pendidikan dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar kerja internasional.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sedang menjalankan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola pekerja migran. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers dengan kualifikasi medium-high skill. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia," tegas Mukhtarudin di hadapan sivitas akademika UI.

Kampus sebagai Mesin Akselerasi

Menteri Mukhtarudin menilai peran perguruan tinggi seperti UI sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global. 
Melalui Migrant Center, diharapkan tercipta standarisasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern di luar negeri.

"Keterlibatan UI, Pemkot Depok, dan Pemkot Sukabumi menandai lahirnya ekosistem baru. Kampus menjadi motor penggerak riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga. Ini adalah kerja keroyokan untuk memastikan perlindungan dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air," tandas Muktarudin.

Akselerasi Dampak untuk Indonesia Emas

Peluncuran ini selaras dengan tema Dies Natalis UI ke 76 tahun ini, "UI Unggul Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak". Dengan terbentuknya kemitraan empat pihak ini, Kementerian P2MI optimistis target penyediaan tenaga kerja berkualitas dapat tercapai lebih cepat.

Sinergi Strategis: UI, Depok, dan Sukabumi

Langkah ini tidak hanya melibatkan dunia pendidikan, tetapi juga mencakup kerja sama erat dengan pemerintah daerah sebagai garda terdepan pelayanan warga.

Menteri Mukhtarudin menggarisbawahi tiga poin kolaborasi utama, MoU dengan Universitas Indonesia yakni pembentukan Migrant Center sebagai pusat kajian, pelatihan, dan advokasi berbasis riset untuk memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global.

Sementara, MoU dengan Walikota Depok yakni penguatan basis data dan perlindungan keluarga pekerja migran di wilayah penyangga ibu kota.

Sedangkan, kata Mukhtarudin, MoU dengan Walikota Sukabumi guna untuk mengoptimalisasi kantong-kantong pemberangkatan pekerja migran melalui edukasi dan pengawasan yang lebih ketat di tingkat lokal.

"Selaras dengan tema UI Unggul Impactful, pembentukan Migrant Center ini adalah bukti nyata 'Akselerasi Dampak'. Kita ingin riset UI tidak hanya berhenti di perpustakaan, tapi menjadi fondasi mandiri bagi perlindungan pekerja kita," tegas Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin berharap kolaborasi antara kementerian, UI, serta Pemerintah Kota Depok dan Sukabumi dapat menjadi pilot project bagi daerah lain.

"Semoga UI terus menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia yang inklusif. Dengan adanya Migrant Center dan dukungan para Walikota, kita menciptakan ekosistem pelindungan yang utuh dari hulu hingga hilir," beber Menteri Mukhtarudin.

Menuju Migran Aman, Rakyat Sejahtera

Menteri Mukhtarudin berharap Universitas Indonesia dapat mengembangkan Migrant Center ini secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Kementerian P2MI akan terus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga lain serta pemerintah daerah untuk menjamin penempatan yang legal dan aman.

"Tujuan besar kita adalah mencapai Migran Aman, Rakyat Sejahtera, dan Indonesia Maju. Dengan pelatihan berkualitas dan perlindungan yang menyeluruh dari hulu ke hilir, kita jadikan pekerja migran kita sebagai pemenang di pasar kerja global," pungkas Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.**