Friday, 23 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Keluarga PMI Kembali Sambangi BP3MI Banten, Laporkan Dugaan Eksploitasi di Kamboja

-

00.01 20 January 2026 95

Keluarga PMI Kembali Sambangi BP3MI Banten, Laporkan Dugaan Eksploitasi di Kamboja, Selasa (19/1/2026)

Serang, KemenP2MI (20/1) – Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial H kembali mendatangi Kantor BP3MI Banten untuk melaporkan permasalahan yang menimpa anaknya, YAN (27), Senin (19/1/2026).

YAN diketahui bekerja di Kamboja sejak Maret 2024, namun kondisinya saat ini dilaporkan sangat memprihatinkan.

Laporan ini menambah panjang daftar kasus serupa, sekaligus mempertegas tingginya kerentanan PMI terhadap praktik perekrutan non-prosedural di wilayah Asia Tenggara.

Dalam aduannya, H mengungkapkan bahwa anaknya mengalami tekanan psikis dan beban kerja yang tidak manusiawi.

"Anak saya awalnya dijanjikan bekerja sebagai staf administrasi dengan gaji besar. Tapi nyatanya di sana dipaksa bekerja belasan jam, bahkan untuk menghubungi keluarga saja sangat sulit dan diawasi ketat. Kami sangat mengkhawatirkan keselamatannya," ujar H dengan nada cemas saat ditemui di kantor BP3MI Banten.

Menanggapi laporan tersebut, pihak BP3MI Banten memastikan akan segera mengambil langkah taktis. Petugas layanan pengaduan menyatakan bahwa data korban telah diverifikasi untuk dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kamboja.

“Kami telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga YAN. Kami akan mengupayakan langkah pelindungan terbaik sesuai prosedur yang berlaku," ungkap perwakilan petugas BP3MI Banten.

Sehubungan dengan maraknya kasus di Kamboja, BP3MI Banten kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja melalui media sosial yang menjanjikan proses keberangkatan instan. Masyarakat diminta memastikan legalitas perusahaan melalui aplikasi resmi atau datang langsung ke kantor Dinas Tenaga Kerja setempat guna mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).** (Humas/BP3MI Banten)