Kementerian P2MI Ikuti Pemetaan Kompetensi ASN dengan Metode ProASN di BKN
-
Kementerian P2MI Ikuti Pemetaan Kompetensi ASN dengan Metode ProASN di BKN
JAKARTA, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mengikuti kegiatan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan metode Profiling ASN (ProASN) yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kegiatan berlangsung di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (18/11).
Program pemetaan ini menjadi bagian dari percepatan digitalisasi data potensi ASN yang nantinya digunakan sebagai dasar penyusunan dan penguatan Manajemen Talenta ASN di instansi pemerintah.
Sekretaris Utama BKN, Imas Sukmariah, menegaskan pentingnya pemenuhan standar kompetensi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017. Standar kompetensi, kata Imas, menjadi fondasi agar ASN dapat menjalankan tugas secara efektif dan profesional. “Setiap ASN harus memiliki kompetensi yang memadai untuk menjawab tuntutan organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa uji kompetensi melalui kegiatan pemetaan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pegawai saat ini. Karena itu, BKN menerapkan metode digital Profiling ASN (ProASN) sebagai pendekatan baru dalam memetakan potensi dan kompetensi aparatur. “ProASN menjadi salah satu agenda prioritas BKN pada 2025, sebagai langkah konkret untuk menyajikan data potensi ASN secara cepat, objektif, dan terintegrasi,” imbuhnya.
Para peserta dari Kementerian P2MI terdiri dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, pejabat fungsional, hingga pelaksana. Dari 37 peserta yang dijadwalkan, sebanyak 30 orang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian asesmen.
Kegiatan diawali dengan pengarahan teknis dari tim BKN terkait pelaksanaan asesmen berbasis ProASN. Metode ProASN memanfaatkan beragam instrumen penilaian terbaru, antara lain Tes Potensi Kompetensi, Tes Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul), Tes Literasi Digital, serta Tes Tripatha Karir.
Secara keseluruhan, asesmen terdiri dari lima subtes dengan durasi berbeda. Peserta dapat memilih urutan subtes sesuai preferensi. Rangkaian tes umumnya dapat diselesaikan dalam 2,5 hingga 3 jam.
Seluruh peserta yang hadir berhasil menyelesaikan asesmen tanpa kendala. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh perwakilan BKN dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian P2MI.
Sebagai tindak lanjut, PPSDM KemenP2MI akan berkoordinasi dengan Biro OSDM untuk memperbarui dan menyinkronkan data pegawai di Sistem Informasi ASN (SIASN) sebagai upaya memperkuat manajemen talenta.
BKN juga berencana memperluas pelaksanaan Profiling ASN di berbagai daerah. Menyambut hal itu, Kementerian P2MI akan bekerja sama dengan BP3MI guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar di wilayah.*