KP2MI Dorong Universitas Mataram Integrasi Ekosistem Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
-
KP2MI Dorong Universitas Mataram Integrasi Ekosistem Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Mataram, KP2MI (7/5) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendampingi Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Abri Danar Prabawa, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Inisiasi Pendirian Migrant Center di Universitas Mataram, pada Rabu (6/5/2026).
Bertempat di ruang sidang Senat Rektorat Universitas Mataram (Unram), kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tata kelola, mekanisme pendirian, strategi pengembangan layanan,serta penguatan jejaring kelembagaan migrant center sebagai pusat informasi dan fasilitasi penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman, legal dan professional.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Sitti Hilyana, menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB sebagai kunci dalam meningkatkan daya saing pekerja migran.
“Peningkatan kualitas SDM di NTB sangat penting, oleh karena itu perlu adanya dukungan perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global,” Ujar Sitti.
Menurut Sitti, pembentukan Migrant Center di Unram sebagai pusat penguatan informasi, pelatihan, dan penempatan pekerja migran akan dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan.
Abri menjelaskan, keberadaan Migrant Center merupakan pusat layanan terpadu yang menyiapkan dan memperkuat kompetensi Pekerja Migran Indonesia melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, pendataan dan pendampingan karier sesuai dengan kompetensi global.
“Pendirian Migrant Center di NTB akan meningkatkan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia yang selama ini menjadi kantong Pekerja Migran Indonesia di sektor ladang, bisa melihat peluang lain yang tentunya saja memenuhi kompetensi dan skill yang dibutuhkan,” ungkap Abri. **(Humas/Nusa Tenggara Barat)