Perkuat Akses Kerja Global bagi Lulusan Vokasi, BP3MI Sulawesi Tengah Kunjungi SMK Farmasi dan SMK Yadika Palu
-
Perwakilan Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah di SMK Farmasi Palu dan SMK Yadika Palu, Kamis (5/3/2026).
Palu, KemenP2MI (6/3) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melalui Tim Penempatan melaksanakan kunjungan kerja ke SMK Farmasi Palu dan SMK Yadika Palu, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan penyiapan survei peminatan serta verifikasi data kebutuhan (demand) dalam rangka mendukung implementasi Program SMK Go Global, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK untuk memasuki pasar kerja luar negeri secara aman dan prosedural.
Koordinasi dan diskusi dilaksanakan bersama pihak sekolah guna memperoleh data yang akurat terkait program keahlian yang dimiliki sekolah, jumlah siswa yang berpotensi mengikuti program penempatan luar negeri, serta dukungan sekolah terhadap pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja global. Data tersebut akan menjadi dasar dalam proses pencocokan (matching) antara kompetensi peserta didik dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah Krissandy menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memetakan potensi lulusan SMK yang memiliki minat untuk bekerja di luar negeri.
“Melalui kegiatan verifikasi data kebutuhan dan survei peminatan ini, kami ingin memastikan bahwa program SMK Go Global dapat berjalan secara tepat sasaran. Data yang kami peroleh dari sekolah akan menjadi dasar dalam menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan pasar kerja di luar negeri, sehingga peluang kerja bagi lulusan SMK dapat terbuka secara lebih luas dan tetap melalui jalur yang aman serta prosedural,” ujar Krissandy.
Rombongan BP3MI Sulawesi Tengah diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Farmasi Palu, Feni. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian BP3MI Sulawesi Tengah terhadap pengembangan peluang kerja bagi lulusan SMK.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan informasi yang diberikan oleh BP3MI Sulawesi Tengah. Program SMK Go Global menjadi peluang yang sangat baik bagi siswa maupun alumni kami untuk mendapatkan akses kerja di luar negeri secara resmi dan sesuai prosedur,” kata Feni.
Feni juga menyampaikan bahwa pihak sekolah siap mendukung implementasi program tersebut karena dinilai dapat memberikan manfaat nyata bagi lulusan SMK. Pihak sekolah melalui Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) turut menyerahkan data sebanyak 315 siswa dari kelas 1, 2, dan 3 untuk mengikuti survei peminatan Program SMK Go Global sebagai dasar pemetaan minat dan kesiapan peserta didik.
Sementara itu, di SMK Yadika Palu, Tim BP3MI Sulawesi Tengah melakukan koordinasi dengan Ketua BKK sekolah untuk membahas potensi lulusan yang dapat mengikuti program penempatan kerja ke luar negeri. Sebelumnya, sekolah tersebut telah dua kali menerima kegiatan sosialisasi terkait peluang kerja luar negeri, khususnya ke Jepang. Beberapa alumni bahkan diketahui telah bekerja di Jepang melalui skema mandiri dengan program Specified Skilled Worker (SSW).
Ketua BKK SMK Yadika Palu Yohana menyampaikan bahwa pihak sekolah akan menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan menyiapkan data siswa maupun alumni yang berpotensi mengikuti survei peminatan Program SMK Go Global.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan akan menyiapkan data siswa serta alumni yang berpotensi mengikuti survei peminatan Program SMK Go Global. Selain itu, kami juga berencana kembali menjadwalkan kegiatan sosialisasi bersama BP3MI Sulawesi Tengah agar para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai peluang kerja di luar negeri,” ujar Yohana.
Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap dapat memperoleh data yang valid dan komprehensif sebagai dasar perencanaan serta pelaksanaan Program SMK Go Global secara efektif. Sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah dan pihak sekolah diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan SMK untuk bersaing di pasar kerja internasional sekaligus memastikan proses penempatan kerja dilakukan secara aman, legal, dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)