Thursday, 7 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Perkuat Kolaborasi dengan Negara Tetangga, Dirjen Pelindungan KemenP2MI Optimis Pekerja Migran Indonesia Terhindar dari Eksploitasi

-

00.04 9 April 2025 947

Perkuat Kolaborasi dengan Negara Tetangga, Dirjen Pelindungan KemenP2MI Optimis Pekerja Migran Indonesia Terhindar dari Eksploitasi, Rabu, (9/4/2025)

KemenP2MI, Jakarta (9/4) – Malaysia, yang menjadi tuan rumah bagi salah satu populasi migran terbesar di Asia, menyelenggarakan diskusi penting mengenai penanggulangan kerja paksa, perdagangan manusia, dan migrasi ilegal yang melibatkan pekerja migran Indonesia. 

Diskusi ini diadakan oleh Migrant Forum in Asia secara daring, dan mengundang Direktur Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Rinardi, pada Rabu (9/4/2025).

Dalam forum tersebut, Rinardi memaparkan wawasan mendalam mengenai tantangan dan solusi dalam mengatasi eksploitasi, serta migrasi ilegal yang kerap terjadi pada pekerja migran Indonesia. 

Rinardi menjelaskan bahwa pekerja migran ilegal menghadapi ancaman serius, mulai dari terjebak dalam pekerjaan eksploitatif hingga menjadi korban jaringan perdagangan manusia. Hal ini semakin diperburuk oleh migrasi ilegal yang mengabaikan pelindungan hukum, yang kerap kali berujung pada eksploitasi dan penganiayaan.

"KemenP2MI selalu menekankan agar tidak menjadi pekerja migran ilegal, karena ancaman serius dapat mengintai, seperti risiko menjadi korban eksploitasi bagian dari jaringan perdagangan orang (TPPO)," tegas Rinardi.

Rinardi juga menekankan bahwa KemenP2MI berperan penting dalam memastikan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia. 

"KemenP2MI berperan penting dalam memastikan pekerja migran Indonesia mendapatkan jaminan pelindungan melalui regulasi yang ketat, pencegahan melalui bidang pendidikan, serta penyediaan layanan khusus untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia," ujar Rinardi.

Lebih lanjut, Rinardi menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan penegak hukum dan organisasi internasional, sangat krusial untuk menciptakan mekanisme pelindungan yang efektif bagi pekerja migran Indonesia.

Terakhir, Rinardi menekankan, migrasi yang aman adalah hak asasi dan martabat yang harus dihormati. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antar negara tetangga, dan upaya pelindungan menjadi kunci untuk memastikan pekerja migran Indonesia dapat bermigrasi dengan aman, diperlakukan dengan martabat, dan mendapatkan pelindungan hukum yang layak. **(Humas/EMR)