BP3MI Sultra Jemput Pekerja Migran Korban Serangan di Papua Nugini
-
BP3MI Sultra Jemput Pekerja Migran Korban Serangan di Papua Nugini
Kendari, KemenP2MI (25/3) - Pada November 2024, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonsia (BP3MI) Sultra memproses dokumen pekerja migran Indonesia atas nama Irwan Tongkoe dengan negara penempatan Papua Nugini yang akan bekerja sebagai operator alat berat pada perusahaan pengolahan kayu.
Irwan Tongkoe merupakan PMI resmi yang memiliki E-PMI dimana ia baru mulai bekerja pada Desember 2024 dengan durasi kontrak selama 2 tahun. Baru berjalan 2 bulan bekerja, Irwan Tongkoe membuat aduan melalui telepon kepada petugas BP3MI Sultra. Tepatnya Pada awal Januari 2025 Irwan Tongkoe melaporkan kepada petugas BP3MI Sultra via telepon mengenai kondisinya yang mengalami dua kali serangan brutal pada malam hari oleh penduduk pribumi di lokasi kerjanya di Provinsi Kavieng, Papua Nugini, disaat diri dan rekan-rekannya sedang tidur.
Beberapa rekan Irwan Tongkoe yang juga berada dalam basecamp ikut menjadi korban dengan luka-luka yang sangat parah. Setelah kejadian tersebut, Irwan Tongkoe dan korban lainnya dievakuasi ke kantor perusahaan yang jaraknya 20 KM dari lokasi kejadian. Atas kejadian ini semua pekerja mengalami ketakutan dan trauma berat sehingga mereka memutuskan untuk tidak mau kembali bekerja di Basecamp. Irwan Tongkoe merasa tidak aman dan meminta pelindungan dan fasilitasi pemulangan oleh pemerintah dan perusahaan.
BP3MI Sultra menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi dan mengirim laporan kepada KemenP2MI Pusat untuk langkah selanjutnya dalam hal pelindungan pekerja migran yang dimaksud. Setelah melalui serangkaian proses koordinasi antara KemenP2MI, Kedubes RI di Port Moresby, Papua Nugini dan Perusahaan tempat Irwan Tongkoe bekerja, maka pada bulan Maret pihak perusahaan bersedia memulangkan Irwan Tongkoe setelah selesai proses pengapalan.
Irwan Tongkoe akhirnya dipulangkan dengan sepenuhnya biaya perusahaan dan selanjutnya tiba di Bandara Haluoleo Kendari dengan pesawat Pelita Air pada tanggal 25 Maret 2025 Pukul 09.50 WITA. Petugas BP3MI Sultra melakukan penjemputan langsung di Bandara Haluoleo dan setelah itu melakukan proses registrasi di HelpDesk BP3MI Sultra.
Saat di HelpDesk Bandara HaluOleo, Irwan Tongkoe menceritakan apa yang dialami malam itu,
"Saya dan dua teman sementara tidur di basecamp di tengah hutan, tiba-tiba sekitar jam 2 malam ada yang mendobrak pintu, saya intip mereka ada sekitar 10 orang bawa tombak, sontak saya melompat dari jendela lalu lari" jelas Irwan.
Menurutnya kejadian itu tiba-tiba disaat mereka sedang terlelap. Malam itu para gerombolan menyerang dua rekannya dan merampok barang-barang berharga yang ada. Termasuk baju dan barang berharga dibawa serta rekan yang terkena tebasan di lengan, lanjut Irwan.
Tidak lama setelahnya, pihak kepolisian dan security perusahaan datang mengevakuasi mereka ke Kantor utama yang jaraknya 20 Km dari lokasi kejadian. Di tempat ini mereka beristirahat selama beberapa hari saja dan diperintahkan kembali ke basecamp untuk bekerja.
Hanya berselang beberapa hari, sekelompok warga pribumi menyerang kembali kantor sehingga melukai beberapa orang bahkan seorang security perusahaan meninggal dunia. Atas kejadian ini menambah beban psikologis para pekerja untuk segera meninggalkan perusahaan.
"Gaji saya selama disana tidak pernah dibayar, di kontrak 1000 Kina perbulan. Tapi syukurnya setiap bulan saya dikasih 2000 Kina untuk operasional dan 100 kina untuk uang harian" Pungkas Irwan.
Humas BP3MI Sultra Ery Wahyuni menyebutkan bahwa proses nya terus dipantau, baik itu di Kantor KemenP2MI Pusat, Kedubes RI di Papua Nugini, dan terutama kondisi dari saudara Irwan sendiri.
Proses ini berlangsung sekitar hamper 3 bulan, hingga saudara Irwan Tongkoe berhasil dipulangkan.
“Cukup Panjang proses pemulangannya, karena yang bersangkutan masih ada kewajiban di perusahaan hingga jadwal pemulangan. Dan masih ada juga hak-haknya yang masih belum diselesaikan dan masih akan ditindak lanjuti” jelas Ery.
Setelah dilakukan interview oleh BP3MI Sultra, Irwan Tongkoe selanjutnya diantar langsung ke kediamannya di Kel. Ponggolaka,Kec .Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. **(Humas/BP3MISultra)