Monday, 12 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Cegah Penempatan PMI Ilegal, BP3MI Sulawesi Tengah Sosialisasi Pemanfaatan SISKOP2MI

-

00.01 9 January 2026 53

Cegah Penempatan PMI Ilegal, BP3MI Sulawesi Tengah Sosialisasi Pemanfaatan SISKOP2MI

Palu, KemenP2MI (9/1) – Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya pencegahan keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal melalui pemanfaatan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

Hal tersebut disampaikan Fungsional Pengantar Kerja BP3MI Sulteng, Mariyama, pada saat edukasi pengoptimalan SISKOP2MI kepada perwakilan PT. Bina Dinamita Rama selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), bersama dengan perwakilan calon pekerja migran Indonesia asal Desa Lambara, Kab. Sigi, pada Kamis (9/1/2025).

“Masih banyak masyarakat yang tergiur tawaran kerja ke luar negeri secara nonprosedural, hal tersebut menjadi perhatian serius BP3MI. Calon pekerja yang tidak terdaftar dalam SISKOP2MI berisiko tidak mendapatkan perlindungan negara, jaminan sosial, serta pendampingan apabila mengalami permasalahan di negara tujuan,” ungkapnya.

Melalui SISKOP2MI, lanjut Mariyama, setiap alon pekerja wajib terdaftar sejak tahap awal, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, pelatihan, kepesertaan jaminan sosial, hingga penempatan kerja.

“Sistem ini memudahkan petugas untuk melakukan verifikasi data dan mendeteksi potensi keberangkatan ilegal sejak dini,” ujarnya.

Mariyama mengingatkan, jika pekerja migran tidak terdata dalam sistem, maka negara tidak dapat memberikan perlindungan secara maksimal. Maka, dirinya mengimbau masyarakat agar memastikan keberangkatan ke luar negeri jalur resmi harus terdaftar dahulu.

“Jangan mudah percaya pada calo atau tawaran kerja dengan gaji tinggi tanpa kejelasan prosedur. Calon pekerja migran dapat datang langsung ke BP3MI, atau memeriksa status penempatannya melalui SISKOP2MI. Jangan berangkat sebelum semua proses dinyatakan lengkap dan legal,” tambahnya.

Melalui optimalisasi SISKOP2MI, Mariyama berharap BP3MI Sulteng dapat menekan angka keberangkatan pekerja migran ilegal.

“Kita juga berharap pelindungan terhadap pekerja migran asal Sulawesi Tengah dapat semakin ditingkatkan,” pungkasnya. (**Humas BP3MI Sulawesi Tengah)