Kunjungi UPT BP2MI Wilayah Sulut, Atase Ketenagakerjaan Jepang Bahas Penempatan dan Pelindungan PMI Asal Manado
-
Kunjungi UPT BP2MI Wilayah Sulut, Atase Ketenagakerjaan Jepang Bahas Penempatan dan Pelindungan PMI Asal Manado
Manado, BP2MI (17/2) - Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Sasaki Hiroki, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), di Manado, dalam rangka membahas Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (16/2/2022).
Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Devriel Sogia, yang turut hadir, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Saat ini Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, sedang mengupayakan kerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang agar tes N4 dan skill test dapat diadakan di beberapa provinsi di Indonesia, terutama di Kota Manado.
Devriel juga mengatakan, BP2MI akan melakukan penertiban kepada Registered Supporting Organization (RSO) yang saat ini terdaftar agar lebih jelas mana yang terbaik bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kepala UPT BP2MI Wilayah Sulut, Hendra Makalalag, menyambut baik kunjungan ini dan berharap kendala yang telah disampaikan oleh pemkot dan pemkab yang hadir dapat difasilitasi solusinya oleh Sasaki Hiroki.
“Mr. Sasaki datang dengan maksud ingin berdialog dengan 10 kab/kota tentang tantangan yang dihadapi oleh mereka dalam proses penempatan dan pelindungan PMI ke Jepang. Saya harap Mr. Sasaki selaku perwakilan dari pemerintah Jepang dapat menyampaikan hal ini kepada Kedutaan Besar Jepang di Jakarta sehingga bisa mendapatkan win-win solution bagi kedua belah pihak,” kata Hendra.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sasaki Hiroki mengatakan bahwa Pemerintah Jepang sangat mengapresiasi Sulawesi Utara karena telah menganggarkan biaya pelatihan bahasa dan skill bagi warganya untuk bekerja ke Jepang.
“Mewakili Pemerintah Jepang, saya menghaturkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas perhatian dari pemda yang telah menandatangani MoU dengan BP2MI untuk membiayai pelatihan bahasa dan skill dari masyarakatnya yang berminat bekerja ke Jepang,” ungkap Sasaki.
Ditambahkan oleh Sasaki, saat ini Jepang mengalami kekurangan pekerja karena populasi yang menua. Berbeda dengan Indonesia yang kini mengalami surplus tenaga kerja, untuk itu Pemerintah Jepang berinisiatif untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia lewat program Specified Skill Worker (SSW) dalam hal penempatan tenaga kerja ke Jepang pada beberapa sektor pekerjaan yang bisa diisi oleh pekerja asal Indonesia.
"Saya berharap Sulawesi Utara bisa mengisi kekosongan pekerja yang kami maksud tersebut,” kata Sasaki.
Setelah mengadakan kunjungan kerja ke UPT BP2MI Wilayah Sulut, Sasaki Hiroki dan Devriel Sogia menghadiri undangan dari Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Lasut, untuk berdialog dengan 438 CPMI asal Talaud terkait proses penempatan dan pelindungan PMI di Jepang.
Kunjungan kerja hari ini ditutup dengan kunjungan ke Jayadi Global Education Center selaku lembaga Bahasa Jepang di Manado yang banyak diminati oleh CPMI asal Manado untuk pelatihan bahasa dan skill untuk bekerja ke Jepang.
Turut hadir dalam kunjungan kerja ini 10 kabupaten/kota yang telah menandatangani MoU dengan BP2MI, antara lain Pemkot Manado, Pemkot Bitung, Pemkot Tomohon, Pemkab Kepulauan Talaud, Pemkab Kepulauan Sagihe, Pemkab Minahasa, Pemkab Minahasa Utara, Pemkab Minahasa Tenggara, Pemkab Bolaang Mongondow dan Pemkab Bolaang Mongondow Utara. ** (Humas/UPT BP2MI Wilayah Sulawesi Utara/Lia)